Balas Dendam Porno terhadap Remaja Terus Meningkat

rsz_teens-with-smartphones

Masih ingat revern porn atau balas dendam porno? Hati-hatilah karena balas dendam porno terutama terhadap remaja dengan akibat yang cukup mengerikan kini terus mengalami peningkatan.

Data baru yang dirilis oleh sebuah organisasi anti-bullying bernama Ditch the Label mengungkapkan sebanyak 24 persen dari remaja Inggris memiliki gambar (maaf) telanjang yang dipublikasikan secara online tanpa persetujuan mereka.

Berbagai reaksi muncul terhadap penayangan gambar telanjang tanpa persetujuan tersebut, yaitu 26 persen melaporkan adanya pikiran untuk bunuh diri, 12 persen mencoba bunuh diri, dan 5 persen meninggalkan sekolah atau perguruan tinggi. Beberapa korban melaporkan reaksi positif, yaitu  merasa lebih menarik atau percaya diri setelah gambar telanjang mereka diedarkan, tetapi sebagian besar dari mereka bingung dengan pelanggaran privasi yang terjadi.

Publikasi gambar telanjang tanpa izin memiliki efek yang sama di Amerika Serikat. Seorang gadis 15 tahun dari California bunuh diri setelah ia diserang secara seksual di sebuah pesta dan gambar yang diambil selama serangan dibagikan secara online.

Namun, tidak semua gambar yang diambil tanpa persetujuan subjek. Beberapa gambar yang diposting merupakan balas dendam porno karena sebelumnya subjek sengaja mengirimkan gambar porno mereka, namun kemudian dipublikasikan karena berakhirnya hubungan. Ini artinya subjek memberikan dengan sukarela foto dewasa mereka, namun kemudian dipublikasikan karena hubungan yang telah berakhir. Akibat dari balas dendam porno ini hampir sama saja dengan publikasi gambar tanpa ijin.

Untuk itu, beberapa negara sudah mulai menggolongkan balas dendam porno sebagai kriminalisasi. Ditch the Label merekomendasikan pemerintah Inggris untuk melakukan hal yang sama atau setidaknya membuat undang-undang tentang publikasi foto dewasa (porno) tanpa persetujuan seseorang terutama  orang-orang muda/remaja yang bisa sangat terluka ketika gambar-gambar tersebut diedarkan. Ditch the Label juga merekomendasikan agar orang tua, sekolah, dan universitas mendidik anak muda tentang bagaimana melakukan sext yang bertanggung jawab atau bagaimana menangani masalah tersebut.

Sumber: Pandodaily

Sumber Gambar: Verturebeat