Daur Ulang Elektronik: Yang Harus Dilakukan terhadap Perangkat Bekas Pakai

full_howtorecycleelectronics

Jutaan pengguna menggunakan gadget baru di setiap tahun yang merupakan kabar baik bagi produsen elektronik, tetapi kurang begitu baik untuk lingkungan karena semua gadget yang lama tersebut pada akhirnya akan dibuang di suatu tempat. Ini akan merusak lingkungan. Untuk itu perlu suatu upaya sistematis agar sebelum benar-benar dibuang, gadget tersebut terlebih dahulu bisa didaur ulang.

Sebelum melakukan apapun terhadap gadget lama, Anda harus membuat cadangan data sehingga Anda bisa memiliki data tersebut untuk perangkat yang baru. Selanjutnya adalah melakukan wipe agar tidak ada orang yang lain bisa memanfaatkan data di perangkat lama tersebut. Petunjuk untuk melakukan wipe bervariasi tergantung perangkat.

Setelah selesai melakukan back up dan wipe, Anda harus mencari cara untuk menyingkirkan gadget lama tersebut. Jika relatif masih baru dan diinginkan maka Anda mungkin bisa memberikannya kepada teman atau keluarga untuk memperpanjang siklus hidup gadget tersebut atau bahkan menjualnya di eBay atau di forum jual-beli.

Untuk pilihan yang lebih filantropis Anda mungkin ingin menyumbangkan gadget lama tersebut untuk badan amal. Di Inggris, Great Ormond Street Hospital Charity  menerima inkjet dan toner cartridge bekas dan bahkan akan datang untuk mengumpulkan ponsel dan gadget jika Anda memiliki jumlah yang cukup besar.

Jika gadget tersebut telah sedemikian  tua atau rusak maka daur ulang mungkin menjadi pilihan terbaik. Undang-undang Eropa, yaitu Waste Electrical and Electronic Equipment Directive (WEEE) mengatakan bahwa perusahaan yang membuat gadget elektronik juga harus memiliki fasilitas untuk daur ulang gadget lama pelanggan ketika perusahaan tersebut menjual yang baru. Sebagai contoh, ketika Anda membeli pemanggang roti baru, perusahaan wajib untuk mendaur ulang pemanggang roti lama Anda jika Anda meminta mereka untuk melakukannya.

Selain itu, banyak produsen besar memiliki program khusus yang dibentuk untuk menangani gadget lama tersebut. Apple, misalnya, memiliki program di mana pengguna dapat mengirimkan iPhone lama, iPad atau komputer (Mac atau PC). Apple kemudian akan memeriksa untuk melihat apakah gadget lama tersebut masih bernilai dan kemudian akan membayar dengan nilai tertentu jika masih cukup bernilai.

Jika perangkat lama tersebut memang sudah tidak bernilai apa-apa, Apple  akan tetap bertanggung jawab mendaur ulangnya untuk pengguna. Pengguna juga dapat mengirim iPod atau ponsel dan menerima 10 persen diskon jika membeli perangkat baru melalui Apple Retail Store.

Perusahaan lain, seperti Samsung juga melakukan hal yang sama dan melakukan skema sumbangan Distributor Take Back Scheme yang menjalankan 1.100 jaringan daur ulang di Inggris yang menangani barang-barang yang dibuat oleh berbagai produsen.

Semoga di Indonesia, program yang memperhatikan lingkungan tersebut juga berjalan agar limbah elektronik tidak terus menumpuk.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: verizonwireless.com