GCHQ Inggris Ikut Memburu Pedofil Online

rasouli_amir20130624101801240

Kasus pedofil online terus membuat risau banyak pihak. Tidak hanya orang tua, pemerintah, organisasi nonpemerintah, perusahaan teknologi dan bahkan lembaga mata-mata Inggris, GCHQ.

Inggris sejauh ini merupakan negara yang sangat kuat dalam upaya menangkap para pedofil online yang memangsa anak-anak. Baru-baru ini sebuah unit spesialis didirikan oleh pemerintah Inggris untuk memburu pedofil yang menggunakan bagian tersembunyi dari internet yang dikenal sebagai dark net untuk berbagi pornografi anak.

National Crime Agency (Badan Nasional Kejahatan  Inggris) dan Government Communications Headquarters (GCHQ) akan menggunakan teknologi terbaru untuk melakukan tindakan keras terhadap pengguna dari apa yang disebut sebagai dark net atau deep web tersebut.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan unit baru ini ditujukan untuk membuat sudut gelap internet menjadi terang. Ia mengatakan menjadi penting untuk menargetkan dark net karena para pedofil menggunakan jaringan tersebut untuk berkomunikasi satu sama lain dan untuk menyamarkan identitas mereka.

Unit baru tersebut nantinya akan menggunakan kemajuan baru dalam analisis foto dan komunikasi untuk melacak digital footprints yang ditinggalkan oleh pengguna yang berbagi gambar pelecehan seksual anak.

Badan Kejahatan Nasional Inggris memperkirakan bahwa sekitar 20.000 orang dari Inggris menggunakan jaringan rahasia atau dienkripsi setiap hari. Dark net tersebut terdiri dari jaringan situs yang dikodekan yang berada di belakang situs yang tersedia untuk umum dan tidak dapat ditemukan dengan search engine yang biasa.

Dark net menjadi terkenal pada tahun 2012 ketika FBI melakukan serangkaian penggerebekan di Silk Road, sebuah pasar online yang digambarkan sebagai eBay untuk obat-obatan terlarang.

Semoga dengan ikut terlibatnya GCHQ Inggris dalam memburu para pedofil online, kita bisa berharap keamanan digital yang lebih baik bagi anak-anak yang beraktivitas online. Pemerintah Indonesia pun seharusnya sudah menggerakkan berbagai elemen untuk turut serta membungkan aktivitas para pedofil online ini dan tidak menunggu jatuhnya korban baru.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: presstv.ir