Smartphone Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak Manusia

iphone_mobile_phone_smartphone

Smartphone telah menjadi bagian integral kehidupan modern. Oleh karena itu smartphone mungkin telah mengubah bentuk dan fungsi otak manusia. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian baru. Para ahli telah menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan ponsel touchscreen setiap hari memiliki somatosensori korteks (somatosensory cortex), yaitu daerah di pusat otak yang mengontrol jempol lebih besar dan lebih kuat.

Para peneliti memperkirakan bahwa semakin banyak waktu seseorang dihabiskan mengutak-atik smartphone mereka, semakin besar hubungan antara otak dan tangan. Neuroscientist Dr Arko Ghosh yang memimpin studi mengenai dampak penggunaan ponsel mengatakan mereka baru menemukan obsesi terhadap smartphone menunjukkan kemampuan otak untuk membentuk keadaan tersebut. Namun demikian, otak telah lama dikenal dapat beradaptasi dengan tuntutan baru, perubahan tersebut kadang-kadang dapat mengakibatkan gangguan nyeri dan gerakan kronis.

Menurut Dr Ghosh dari University of Zurich di Swiss kita harus menghargai keberadaan perangkat digital pribadi dan bagaimana orang menggunakannya. Teknologi digital yang kita gunakan setiap hari membentuk pengolahan sensorik di otak kita. Smartphone memaksa orang untuk menggunakan tangan mereka dengan cara-cara yang tidak pernah ada dalam sejarah evolusi manusia sebelumnya. Tidak hanya kita tiba-tiba menggunakan ujung jari dan ibu jari kita dengan cara yang baru, tetapi juga melakukannya jam demi jam, hari demi hari.

Tim Peneliti dari  Swiss melacak 37 relawan lebih dari sepuluh hari, 27 dari mereka menggunakan ponsel touchscreen dan 11 menggunakan telepon selular tradisional dengan tombol tetap.Dari pemantauan gelombang otak mereka, peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan ponsel touchscreen modern yang telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi korteks somatosensori.

Para ilmuwan mengatakan mereka yang menggunakan smartphone telah mengubah cara kerja jempol dan otak mereka dalam bekerja bersama-sama dengan efek yang lebih besar terlihat pada pengguna yang menggunakan ponsel mereka lebih banyak/lebih sering. Ketika menggunakan ponsel dengan tombol tetap kita membutuhkan gerakan tangan yang sederhana, namun ketika menggunakan layar sentuh membutuhkan satu set gerakan yang jauh lebih kompleks.Bagian dari otak yang mengendalikan rasa sentuhan di ujung jempol dan jari terlihat melakukan aktivitas lebih banyak, meningkatkan koneksi di antara mereka dan mempercepat waktu reaksi dan sensitivitas.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: helpful.com