Twitter Hentikan Konten Kasar dan Pelecehan

twitter-852

Konten kasar dan konten berisi pelecehan kini merajalela di Twitter. Demikian juga akun-akun yang menjadi spesialis penghasil konten kasar dan pelecehan. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena akan memengaruhi pengalaman pengguna dalam menggunakan Twitter.

Untuk menghadang hal tersebut, Twitter melakukan perubahan. Twitter mengubah cara pengguna memblokir pengguna lain untuk membuat layanan aman dan berjanji untuk menempatkan lebih banyak staf dan sumber daya yang ditugaskan untuk mengatasi konten kasar/pelecehan.

Twitter akan mengubah cara pengguna melaporkan konten kasar atau tidak patut untuk memberi pengguna lebih banyak kontrol atas apa yang mereka lihat dan membuat jaringan sosial tersebut lebih aman.

Sekarang saat melaporkan pelecehan dari perangkat mobile, Twitter akan meminta informasi lebih sedikit agar membuat Twitter lebih mudah untuk menandai setiap tweet yang harus dihapus.

Nantinya juga akan ada halaman di mana pengguna dapat melihat siapa saja yang telah diblokir dan Twitter tidak lagi mengizinkan orang yang telah diblokir untuk melihat halaman profil yang memblokir. Fitur ini dapat dilihat dari halaman profil pengguna di bawah tab akun yang diblokir.

Perubahan ini akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan. Twitter juga menjanjikan  akan lebih banyak staf dan sumber daya yang dikerahkan untuk menyelidiki dan menghapus konten yang melanggar.

Dengan terus melakukan perbaikan, Twitter tentu berharap pengalaman pengguna akan semakin baik. Saat ini sangat banyak akun yang menjadi spesialis penghasil konten kasar dan melecehkan. Hal ini membuat Twitter penuh dengan konten kasar dan pelecehan yang tentunya tidak diinginkan pengguna. Terlebih selama ini, melaporkan akun yang sering melanggar ketentuan hampir tidak ada gunanya karena akun tersebut masih bisa terus melakukan penghinaan.

Dengan makin mudah melaporkan konten kasar dan melecehkan serta memblok akun yang melakukannya, pengguna bisa berharap pengalaman yang lebih baik.

Sumber: Twitter via The Telegraph

Sumber Gambar:  cbc.ca