Wearable Technology Rentan Aksi Mata-mata

Google Glass: the Sex with Glass app is just the tip of the iceberg.

Wearable Technology telah mengubah fiksi ilmiah menjadi kenyataan. Tidak lama lagi pengguna menyalakan perangkat elektronik atau mematikannya yang mana perangkat tersebut melekat pada pergelangan tangan dan diletakkan  pada hidung sehingga mampu mem- film-kan dan melacak setiap kegiatan pengguna.

Sementara pengguna masih harus beradaptasi dengan informasi yang tersedia melalui wearable technology, pengguna telah terlebih dahulu membuka diri bagi serangan keamanan lebar-lebar. Contonya, sektor bisnis di Inggris gagal untuk melindungi data mereka dari aksi mata-mata dan pengguna individu bahkan kurang siap.

Lebih dari 80 persen dari bisnis Inggris mengakui bahwa peningkatan jumlah wearable device  bisa menimbulkan risiko keamanan. Sebesar 77 persen dari bisnis bahkan tidak menempatkan wearable techonology dalam strategi keamanan mobile yang lebih luas.

Menurut Professor Will Stewart dari  Institution of Engineering and Technology, perusahaan bersikap santai terhadap wearable device meskipun perangkat seperti Google Glass diam-diam dan dengan mudah dapat menyimpan data pribadi.

Smartphone telah memiliki akses ke sejumlah besar data yang menakutkan seperti lokasi GPS, tetapi wearable techonology membuat hal tersebut jauh lebih mudah diakses. Sebagai contoh, gelang kebugaran yang dikenakan pada pergelangan tangan yang mampu mengukur langkah ketika berjalan bisa menunjukkan lokasi rumah pengguna dan tempat minum kopi favorit karena perangkat tersebut bisa men-track rute pengguna. Demikian pula, gelang yang mengukur denyut jantung bisa menciptakan database informasi medis pribadi.

Profesor Stewart mengatakan bahwa ada banyak aspek positif dari wearable technology, namun ada juga ancaman menakutkan jika informasi disalahgunakan. Ini artinya, meskipun wearable technology memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna, namun perangkat tersebut bukan tidak mungkin untuk di-hack sehingga informasi yang ada di dalamnya bisa digunakan pihak lain untuk mengambil keuntungan tertentu.

Menurut David Jacoby dari Kaspersky Lab segala sesuatunya bisa di-hack.
Jacoby mengatakan bahwa Google Glass memiliki kesan fiksi ilmiah paling tinggi dibandingkan semua wearable device lainnya. Google Glass adalah  adalah makhluk ajaib yang memiliki berton-ton fungsi.

Ia menunjukkan bahwa jika Google Glasses di-hack, perangkat tersebut akan memberikan akses ke segala sesuatu yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya rincian data perbankan, password email dan banyak lagi.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: Google Glass