Amazon Mainkan Psikologi Persepsi Harga

amazon_2400287b

Banyak orang mungkin berpikir bahwa Amazon adalah tempat termurah untuk melakukan pembelian online, namun sebuah studi baru mengungkapkan hal tersebut tidak selalu terjadi. Para peneliti telah menemukan bahwa perusahaan yang berbasis di Seattle tersebut telah membodohi pengguna agar berpikir bahwa mereka mendapatkan harga yang baik dengan cara mengutak-atik harga barang beberapa kali setiap jam.

Secara keseluruhan, studi ini menemukan bahwa pasar online memanfaatkan psikologi persepsi harga pembeli dengan membuat jutaan perubahan harga per individu (item barang) setiap hari. Misalnya, ketika menawarkan diskon terbesarnya untuk produk populer, seperti televisi. di sisi lain  akan menaikkan harga barang-barang yang kurang populer untuk memperoleh keuntungan.

Menurut white paper dari  Boomerang Commerce, dengan teknik tersebut berarti Amazon sering terlihat mengalahkan pesaingnya pada harga murah. Menurut laporan tersebut, Amazon tidak mungkin benar-benar menjadi penjual terendah harga produk tertentu di setiap musim tertentu. Namun, harga yang secara konsisten rendah pada item terbanyak dilihat dan terlaris mendorong persepsi di kalangan konsumen bahwa Amazon memiliki harga terbaik secara keseluruhan, bahkan lebih baik daripada Walmart.

Boomerang menggunakan contoh televisi Samsung yang seharga 350 dollar AS  yang didiskon menjadi hanya 250 dollar AS pada Black Friday. Akan tetapi, pada saat yang sama, Amazon menaikkan harga kabel HDMI yang dibutuhkan untuk televisi karena produk tersebut tidak akan mengubah persepsi harga pembelian yang lebih besar.

Contoh lain adalah ketika router terlaris di Amazon harganya 20%  di bawah harga Walmart, sedangkan model yang berbeda dari router tersebut yang kurang populer dijual dengan  harga 29% lebih mahal daripada harga di Walmart. Ini artinya untuk barang yang populer dan banyak dilihat pengguna, Amazon akan menekan harganya, sedangkan untuk barang yang kurang populer mereka akan menaikkan harganya.

Contoh kabel HDMI untuk televisi juga merupakan bukti bahwa Amazon memainkan psikologi persepsi harga konsumen. Jarang sekali konsumen yang memperhatikan harga kabel HDMI ketika memperoleh harga televisi yang lebih murah. Padahal mungkin saja harga kabel HDMI tersebut jauh lebih mahal daripada seharusnya.

Sumber: Business Insider via Daily Mail

Sumber Gambar: The Telegraph