Anak Muda Siap Beralih dari Password ke Keamanan Biometrik

galaxy-s5-fingerprint-scanner

Tiga perempat dari mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun siap untuk meninggalkan password dan mendukung langkah-langkah keamanan biometrik seperti pengenalan wajah, sidik jari dan pemindaian retina. Hal ini diungkapkan oleh penelitian terbaru di Inggris.

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa Inggris, 76 persen mengatakan mereka akan merasa nyaman melakukan pembayaran menggunakan keamanan biometrik dan 69 persen percaya hal ini akan membuat hidup mereka lebih cepat dan lebih mudah.

Jika metode pembayaran biometrik sudah tersedia bagi konsumen, mereka yang berusia 16 sampai 24 tahun  paling tertarik pada verifikasi melalui pemindaian sidik jari. 70 persen dari mereka memprediksi bahwa ini akan menjadi bentuk utama dari identifikasi pada tahun 2020 nanti.

Metode lain yang menarik bagi mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun adalah  scan retina (39 persen) dan pengenalan wajah (27 persen), pengenalan suara (12 persen), sampel cepat DNA (15 persen) dan chip implan (16 persen). Otentifikasi  biometrik menggunakan pengenalan sidik jari atau scan retina menawarkan solusi ideal menggabungkan keamanan yang unik dan kemudahan penggunaan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa mereka yang berusia 16 sampai 24 tahun lebih mungkin dibandingkan kelompok usia yang lebih tua untuk hanya menggunakan nomor PIN tunggal (32 persen) atau password (14 persen) ketika melindungi data pribadi mereka.
Selain itu, generasi ini lebih liberal dalam berbagi informasi keamanan mereka dari generasi yang lebih tua dengan 34 persen mengaku telah berbagi nomor PIN kartu debit atau kartu kredit mereka dengan seseorang, sedangkan 32 persen lainnya membagi password smartphone mereka dan 22 persen password internet.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: BGR