Ask.fm Bentuk Dewan Penasihat Keamanan

ask-fm-thumb

Jaringan sosial kontroversial Ask.fm telah membentuk dewan penasihat keamanan untuk pertama kalinya. Dewan penasihat keamanan ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna di situs Ask.fm dan agar menjadi tempat yang lebih postif bagi penggunanya.

Beberapa waktu yang lalu situs jejaring sosial Ask.fm dikaitkan dengan cyberbullying dan remaja bunuh diri. Remaja bunuh diri tersebut terjadi setelah sejumlah pengguna merenggut kehidupannya dengan cara mengirimkan beberapa  pesan anonim kasar.

Situs yang berbasis Latvia telah dikritik atas kebijakannya yang memungkinkan pengguna untuk saling bertanya secara anonim satu sama lain. Dua tahun lalu Hannah Smith 14 tahun dari Leicestershire, Inggris, bunuh diri setelah menerima serangkaian pesan berisi caci-maki seperti  drink bleach, go get cancer dan go die. Ciara Pugsley berusia 15 juga ditemukan tewas di hutan dekat rumahnya di Irlandia pada tahun 2013 setelah menjadi sasaran pesan kasar di situs Ask.fm

Dewan baru tersebut terdiri dari ahli keamanan digital termasuk Children’s Charities’ Coalition on Internet Safety John Carr, penulis Anne Collier dan Dr Brian O’Neill, direktur EU Kids Online initiative di Irlandia.

Dr O’Neill mengatakan bahwa penggunaan internet dan perangkat mobile oleh anak-anak terus bergerak dengan cepat dan kunci untuk memastikan keselamatan anak-anak di online adalah pemahaman tentang apa yang memotivasi mereka dan bagaimana mereka menggunakan teknologi. Ia berharap dapat bekerja sama dengan rekan-rekannya di dewan keamanan Ask.fm dan membimbing Ask.fm dengan strategi berbasis bukti untuk menjaga penggunanya yang berusia muda aman dan bertanggung jawab atas navigasi dunia digital mereka.

Ask.fm kini memiliki 150 juta pengguna global dan telah diakuisisi oleh pemilik Tinder, yaitu IAC pada bulan Agustus tahun lalu. Pembelian tersebut mengakibatkan perbaikan manajemen, yaitu pendiri tidak memiliki peran dalam operasi perusahaan di masa depan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: heavy.com