Facebook Lebih Kenal Anda Daripada Teman atau Keluarga Sendiri

facebook-front_179_2232542b

Komputer dapat menentukan kepribadian Anda lebih baik daripada teman dengan hanya menganalisis artikel apa yang telah Anda berikan LIKE di Facebook. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University.

Dengan menganalisis skor kepribadian yang dikenal sebagai lima besar sifat-sifat psikologi, yaitu openness, conscientiousness, extroversion, agreeableness, dan neuroticism  peneliti menciptakan suatu algoritma yang dapat secara akurat memprediksi kepribadian hanya berdasarkan interaksi Facebook. Dan yang mengejutkan algoritma tersebut mengetahui karakter Anda lebih baik dari teman-teman dekat Anda.

Para peneliti menemukan bahwa perangkat lunak yang mereka buat mampu memprediksi kepribadian lebih akurat daripada rekan kerja dengan menganalisis hanya 10 LIKE di Facebook. Dengan memasukkan 70 LIKE dimungkinkan untuk memperoleh gambaran yang lebih benar dari karakter seseorang daripada yang diperkirakan teman atau teman sekamar, sedangkan dengan  150 LIKE bisa  mengungguli penilaian orang tua dan  atau mitra. Lebih jauh dengan hanya 300 LIKE  bisa menilai karakter seseorang yang lebih baik daripada pasangannya sendiri.

LIKE digunakan oleh pengguna Facebook untuk mengungkapkan hubungan positif dengan objek online dan offline, seperti produk, kegiatan, olahraga, musisi, buku, restoran, atau situs web. Terdapat berbagai macam objek, seperti merek dan orang-orang yang bisa disukai oleh  lebih dari 1,3 miliar pengguna Facebook. LIKE merupakan salah satu jenis dari jejak digital yang paling umum di internet.

Analisis data menunjukkan LIKE yang mana yang terkait dengan tingkat yang lebih tinggi dari sifat-sifat tertentu. Misalnya, LIKE terhadap Salvador Dali atau meditasi mengungkapkan tingkatsifat  keterbukaan yang tinggi.

Wu Youyou dari Cambridge University’s Psychometrics Centre mengatakan bahwa  di masa depan, komputer bisa dapat menyimpulkan sifat-sifat psikologis kita dan bereaksi sesuai dengan sifat tersebut sehingga mendorong munculnya mesin emosional cerdas yang terampil secara sosial. Dalam konteks ini, interaksi manusia komputer yang digambarkan dalam film-film fiksi ilmiah sepertinya berada dalam jangkauan (sudah semakin dekat).

Sumber: The Telegraph