GCHQ Sadap email Wartawan dari Berbagai Media

rasouli_amir20130624101801240

Bukan hanya pengguna internet biasa yang menjadi target badan mata-mata Inggris atau GCHQ, tetapi juga kalangan wartawan atau jurnalis. Hal ini dibuktikan oleh bocoran dokumen terbaru dari Edward Snowden yang diperoleh oleh The Guardian.

Aksi mata-mata massal yang dilakukan GCHQ terhadap komunikasi elektronik telah meraup email dari dan ke wartawan yang bekerja untuk beberapa organisasi media terbesar AS dan Inggris. Email dari BBC, Reuters, Guardian, New York Times, Le Monde, the Sun, NBC dan Washington Post disimpan dan kemudian dibagi  oleh GCHQ dalam jaringan intranet badan tersebut sebagai bagian dari tes latihan.

Komunikasi wartawan tersebut termasuk di antara 70.000 email yang dipanen dalam waktu kurang dari 10 menit pada satu hari di bulan November 2008 oleh salah satu dari banyak kran GCHQ di kabel serat optik yang membentuk tulang punggung internet.

Komunikasi tersebut kadang tidak hanya  email PR massal yang sederhana yang dikirim ke puluhan wartawan, tetapi korespondensi antara wartawan dan editor yang membahas berita yang diambil oleh GCHQ dan dibagi kepada semua staf di intranet kantor GCHQ. Tidak ada pertanda yang menunjukkan apakah wartawan sengaja ditargetkan atau tidak.

Bukti baru dari dokumen intelijen Inggris lainnya yang diungkapkan oleh Snowden juga menunjukkan bahwa penilai keamanan informasi GCHQ mencantumkan wartawan investigatif sebagai ancaman dalam susunan pengancam keamanan bersama teroris atau hacker.

Dalam dokumen yang bocor tersebut, teroris tercantum tepat di atas wartawan investigasi dan diberi skor kemampuan jauh lebih tinggi, yaitu empat dari lima, tetapi dengan prioritas lebih rendah, yaitu dua dari lima.

Seorang juru bicara GCHQ mengatakan bahwa hal tersebut adalah kebijakan lama. Selain itu, semua pekerjaan GCHQ yang dilakukan sesuai dengan kerangka hukum dan kebijakan yang ketat yang menjamin bahwa kegiatan GCHQ disetujui, perlu dan proporsional dan bahwa ada pengawasan yang ketat, termasuk dari secretary of state, komisioner intersepsi dan intelijen serta komite intelijen dan keamanan parlemen Inggris.

Sumber: The Guardian