Jaringan WiFi Publik Gratis Sangat Mudah Disusupi

17ggkfupgr1lmjpg

Mengapa Anda disarankan untuk menggunakan VPN ketika terhubung dengan jaringan WiFi publik gratis? Jawabannya adalah karena jaringan WiFi publik gratis tersebut sangat mudah untuk disusupi, bahkan oleh hanya seorang anak usia 7 tahun yang mempelajari cara menyusup ke jaringan WiFi publik dengan menonton video tutorial di YouTube.

Betsy Davies anak perempuan berusia 7 tahun berhasil melakukan penyusupan ke jaringan WiFi publik gratis berbekal video yang ia cari dan tonton di YouTube. Ia hanya membutuhkan waktu 10 menit dan 54 detik untuk menerobos jaringan WiFi tersebut. Ini menandakan betapa lemahnya keamanan jaringan WiFi publik gratis yang banyak tersebar di berbagai tempat seperti restoran, hotel, perputakaan, universitas dan masih banyak lainnya.

Penyelidikan terdahulu menunjukkan bahwa hacker bisa memaksa pelanggan di kafe untuk beralih dari jaringan WiFi yang sah ke jaringan lainnya yang palsu tanpa mereka sadari. Padahal sangat banyak pelanggan kafe yang bergantung kepada jaringan WiFi gratis yang disediakan oleh kafe untuk menarik minat pelanggan untuk berkunjung.

Nantinya setelah pelanggan menggunakan jaringan WiFi palsu tersebut, hacker memperoleh akses ke ponsel, hack akun email, mencuri rincian login, melacak gerakan pengguna dan mengakses rekening bank online.

Tentunya jaringan WiFi publik gratis tersebut sangat berbahaya meskipun Anda tidak perlu membayarnya. Untuk itulah Anda disarankan untuk menggunakan VPN ketika terhubung dengan jaringan WiFi publik gratis.

Perlu juga diperhatikan bahwa data di Inggris menunjukkan beberapa tempat di mana WiFi hotspot sangat populer, yaitu

1. Hotel (34%)
2. Shopping centres (29%)
3. Transportasi publik (23%)
4. Perpustakaan (18%)
5. Jaringan hotspots publik (16%)
6. Supermarket (15%)
7. Rumah sakit (8%)
8. Kantor publik (8%)
9. Sekolah dan universitas (6%)
10. Museum and galeri (4%)

Sementara kegiatan yang paling sering dilakukan pengguna ketika menggunakan WiFi publik gratis adalah sebagai berikut.

1. Media sosial (50%)
2. Bekerja termasuk mengirim email dan dokumen (31%)
3. Online shopping (25%)
4. Texting (25%)
5. Online banking (19%)

Melihat betapa mudahnya jaringan WiFi publik gratis disusupi, penggunanya sangat berisiko diserang oleh hacker karena kegiatan mereka ketika menggunakan jaringan tersebut sebagian besar terkait dengan informasi pribadi seperti media sosial, bekerja dan mengirimkan email serta online banking. Tidak aneh kiranya banyak pengguna yang di-hack akunnya atau dicuri informasi pribadinya karena memang tidak hati-hati dan menggunakan WiFi publik gratis tersebut.

Sumber: Disarikan dari Daily Mail

Sumber Gambar: Life Hacker