Ketika NSA dan Sekutunya Menertawai Seluruh Dunia

NSA

Sebuah tim yang terdiri dari sembilan wartawan termasuk Jacob Appelbaum dan Laura Poitras baru saja menerbitkan koleksi besar lain yang diperoleh dari Edward Snowden. Koleksi dokumen yang diterbitkan oleh Der Spiegel tersebut menunjukkan bahwa NSA dan sekutunya mempersiapkan diri secara terencana untuk perang di masa depan yang dilakukan melalui internet.

Der Spiegel melaporkan bahwa badan-badan intelijen telah bekerja untuk menyusup dan menonaktifkan jaringan komputer yang berpotensi untuk memberikan mereka kekuatan mengganggu kegunaan penting dan infrastruktur lainnya. NSA dan GCHQ (badan intelijen Inggris) berpikir mereka berada begitu jauh di depan orang lain hingga mereka tertawa melihat kondisi tersebut.

Banyak orang sudah tahu sebelumnya bahwa AS pernah meluncurkan serangan digital yang kompleks yang dapat menyebabkan kerusakan fisik musuh-musuhnya. Sebuah virus komputer yang dikenal sebagai Stuxnet yang ditemukan pada tahun 2010 ditempatkan sebagai bagian dari sebuah operasi gabungan antara AS dan Israel untuk menghancurkan fasilitas nuklir Natanz Iran. Virus komputer Stuxnet ini menghancurkan fasilitas nuklir negara tersebut. Sejak itu, petinggi NSA telah membual tentang senjata digital yang lebih baru dan lebih kuat.

Dokumen baru yang disajikan oleh Der Spiegel menunjukkan bahwa program pengawasan NSA berada pada tahap awal dalam upaya untuk membuat senjata digital yang canggih. Tema utama dari dokumen baru tersebut adalah tentang kemampuan agen intelijen Five Eyes untuk mengeksploitasi metode musuh dengan cara steal their tools, trade craft, targets, dan take yang oleh NSA hal ini disebut sebagai fourth party collection.

Fourth party collection tampaknya sedemikian sukses hingga agen NSA dan GCHQ membuat lelucon tentang hal tersebut di sebuah slide presentasi yang sangat rahasia. Dalam presentasi NSA berjudul fourth party opportunities slide pertama mereferensikan monolog Daniel Day-Lewis yang terkenal I drink your milkshake  dari film tahun 2007 berjudul There Will Be Blood. Dalam satu contoh, Der Spiegel melaporkan, unit NSA mampu melacak serangan terhadap Departemen Pertahanan AS, mengembalikan serangan tersebut ke China dan secara  diam-diam mendengarkan upaya masa depan mata-mata Cina, termasuk salah satu infiltrasi digital terhadap PBB.

Dalam presentasi lain, GCHQ bisa mengeksploitasi leaky mobile apps dengan menggunakan alat yang disebut badass. Di dalamnya, agen mata-mata bisa mengumpulkan informasi pribadi dari metadata yang dikirim antara perangkat pengguna dan jaringan iklan mobile dan perusahaan analisis. Beberapa slide yang berjudul Abusing BADASS for Fun and Profit. Satu slide menampilkan leluson NSA dan GCHQ tentang permainan Angry Birds dengan mencetak We know how bad you are at Angry Birds.

Sumber: Der Spiegel via The Verg