Maldrone, Malware yang Menyerang Drone

_78548680_drone_pa

Drone atau pesawat kecil tak berawak yang dikendalikan dari jarak jauh kini sedang tren. Banyak orang, organisasi atau pemerintah yang menggunakan drone untuk berbagai tujuan. Sebagian menggunakan drone untuk fotografi udara, pemantauan tapal batas negara, namun ada juga digunakan untuk memata-matai selebriti seperti yang digunakan oleh paparazzi.

Perlu untuk diingat bahwa drone yang memilik kemampuan terbang tidak bisa menutupi fakta bahwa drone sejatinya adalah komputer. Oleh karena fitur penerbangan otonom menjadi standar baru, drone dengan cepat menjadi komputer yang bisa berpikir sendiri sehingga hal tersebut membuat  Maldrone menjadi perangkat lunak yang menakutkan.

Maldrone adalah malware yang menyerang drone. Maldrone merupakan backdoor pertama untuk drone yang dikembangkan oleh peneliti keamanan Rahul Sasi. Malware ini bisa membuat autonomous decision making unit yang ada pada drone jatuh kepada kontrol hacker. Setelah pesawat tak berawak terinfeksi malware, hacker dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya terhadap drone tersebut dan bisa terbang ke tujuan pilihan mereka atau membuat drone tersebut jatuh dari langit.

Bayangkan jika sebuah drone yang terinfeksi Maldrone sedang terbang di atas kerumunan banyak orang dalam sebuah acara lalu tiba-tiba mesinnya mati dan jatuh dari langit  serta kemudian jatuh tepat di atas kepada seseorang. Tentu hal ini akan sangat berbahaya.

Di masa depan bisa saja perangkat lunak seperti Maldrone menargetkan drone yang digunakan untuk pengiriman barang yang dibeli dari toko seperti Amazon, memutar balik arah drone tersebut dan mengatarkan barang mahal yang dibeli oleh orang lain kepada hacker. Maldrone bisa saja digunakan oleh hacker untuk menginfeksi banyak drone yang terbang, membuat drone tersebut jatuh atau memutar arahnya sehingga apa yang dibawa drone tersebut bisa dicuri oleh hacker.

Sumber: Gizmodo

Sumber Gambar: BBC