Media Sosial Membantu Perempuan dalam Menghadapi Stress

FacebookArticle1

Media sosial tidak jarang membuat pening penggunanya, terutama perempuan. Banyak kasus yang berasal dari media sosial seperti Facebook menimbulkan keresahan di kehidupan nyata seperti diputus pertemanan di Facebook, di-bully di Twitter dan banyak lainnya. Meskipun demikian survei terbaru menemukan bahwa wanita yang sering menggunakan media sosial bersama dengan teknologi lainnya untuk berhubungan dengan teman dan keluarga merasakan lebih sedikit stres dibandingkan wanita yang kurang menggunakannya.

Para peneliti Rutgers University di New Jersey dan Pew Research Center di Washington, DC menemukan bahwa wanita yang sering menggunakan email, teks dan media sosial memiliki skor 21 persen lebih rendah pada tes yang mengukur stres daripada wanita yang tidak menggunakan teknologi tersebut.

Temuan survei tersebut menambahkan dimensi baru untuk didiskusikan tentang dampak psikologis media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka yang sering menggunakan situs media sosial seperti Facebook dan Twitter telah dikaitkan dengan sejumlah hasil negatif, mulai dari narcissist personality disorder  hingga self-destructive behavior. Sebelumnya telah ditemukan hubungan antara media sosial dan stres di mana penggunaan situs media sosial terkait dengan tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi.

Keith Hampton profesor komunikasi di Rutgers dan penulis utama dari survei baru tersebut mengatakan bahwa klaim bahwa media sosial dan teknologi lainnya meningkatkan stres tidak didukung oleh data ilmiah hingga ia tertarik menguji asumsi umum tersebut.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana stres dan media sosial terkait, Hampton dan rekan-rekannya meminta sebanyak 1.800 orang untuk menyelesaikan tes Perceived Stress Scale (PSS), sebuah alat yang  banyak digunakan untuk mengukur bagaimana orang melihat stres dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Setelah menyelesaikan tes PSS peserta menyelesaikan survei lain yang terkait dengan penggunaan teknologi digital dan media sosial. Mereka diminta menjawab  teknologi apa yang mereka gunakan dan seberapa sering, serta pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan berapa banyak teman atau follower mereka di media sosial yang berbeda.

Hasil yang mereka temukan adalah bahwa bagi kebanyakan orang, tidak ada hubungan antara seberapa banyak mereka menggunakan teknologi tertentu atau seberapa banyak teman Facebook dengan stres mereka. Satu-satunya pengecualian adalah untuk wanita yang menggunakan teknologi (media) sosial dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya.

Sumber: Hunffington Post

Sumber Gambar: hercampus.com