Rata-rata Dua Jam Dihabiskan Anak-anak untuk Main Game

_70258907_70258038

Data terbaru yang dirilis oleh NPD Group bertajuk Mobile Gaming 2014 menunjukkan pemain game mobile, yaitu  mereka yang bermain pada smartphone, iPod touch atau tablet bermain lebih sering bermain dan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dua tahun yang lalu. Rata-rata waktu yang dihabiskan bermain game di hari-hari biasa telah meningkat 57 persen menjadi lebih dari dua jam per hari pada tahun 2014 dibandingkan satu jam dan 20 menit pada tahun 2012 yang lalu.

Pertumbuhan pasar dan peningkatan terus-menerus teknologi tablet telah membuat perangkat ini menjadi pusat game mobile. Tablet tidak hanya perangkat yang paling banyak digunakan oleh mobile gamer, tetapi juga para penggunanya lebih mungkin untuk membeli game dan menghabiskan lebih banyak uang daripada rata-rata gamer pada platform mobile lainnya, seperti smartphone.

Hal yang perlu dilihat adalah segi usia pemain mobile game tersebut. Rata-rata jumlah waktu bermain di tingkat tertinggi ada pada rentang usia 6 sampai 44 tahun. Anak-anak usia 2 sampai 12 tahun menghabiskan proporsi terbesar dari waktu menggunakan perangkat mereka dengan bermain game dibandingkan kegiatan lainnya. Mereka menghabiskan waktu rata-rata dua jam untuk bermain game.

Kelompok usia ini juga bermain game lebih banyak, yaitu rata-rata 5 game serta lebih banyak membeli game berbayar, yaitu rata-rata 3 game. Jumlah uang rata-rata yang dikeluarkan oleh kelompok usia ini selama 30 hari terakhir pada game  baru dan dalam in  game purchases  juga merupakan salah satu yang tertinggi.

Bila kita lihat hasil dari survei tersebut tampak jelas bahwa anak-anak sekarang ini sudah kecanduan bermain game mobile terutama melalui perangkat tablet. Di Indonesia salah satu sebab banyaknya anak-anak bermain game mobile adalah harga tablet berbasis Android yang sangat murah.

Hal ini akan mendorong orang tua anak untuk membeli tablet dan membuat anak-anak bermain tablet hampir sepanjang hari. Terlebih ada kecenderungan orang tua seperti membiarkan anak bermain dengan tablet/smartphone daripada bermain di luar bersama teman-temannya.

Efeknya tentu tidak dirasakan sekarang. Untuk itu adalah sangat disarankan agar orang tua mengawasi anak-anak ketika  menggunakan tablet dan perangkat bergerak lainnya.

Sumber: Diolah dari NPD Group

Sumber Gambar: BBC