Taiwan Larang Anak-anak Menggunakan Gadget Terlalu Lama

shutterstock_coppa

Anak-anak adalah pengguna gadget yang seringkali dibiarkan oleh orang tua dengan berbagai alasan. Jika penggunaan gadget tersebut diatur waktunya dengan baik, mungkin tidak begitu berisiko. Namun sering sekali karena kemudahan dalam penggunaan, terutama karena layar sentuh sebagai sentral navigasi yang mempermudah anak-anak dalam menggunakan gadget, orang tua lalai dalam mengawasi anak sehingga anak menggunakan gadget dalam waktu yang lama.

Penggunaan gadget dalam waktu yang lama, tentu berisiko bagi kesehatan dan perkembangan anak. Namun mungkin untuk melarang anak menggunakan gadget, orang tua tidak mudah melakukannya. Untuk itulah di Taiwan, pemerintahnya baru saja memberlakukan undang-undang yang melarang anak-anak menggunakan gadget dalam waktu yang lama.

Dengan undang-undang tersebut, Pemerintah Taiwan akan memaksa orang tua untuk memantau jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak mereka ketika menggunakan perangkat elektronik. Pemerintah Taiwan menetapkan denda besar dan kuat bagi mereka yang gagal mematuhi peraturan tersebut.

Dengan mengesahkan undang-undang tersebut akan ada hukum denda bagi orang tua yang membiarkan anak-anak mereka menghabiskan waktu terlalu lama pada perangkat elektronik.

Undang-undang baru tersebut memperluas undang-undang sebelumnya, yaitu Child and Youth Welfare and Protection Act  yang memberikan pemerintah kekuatan untuk mendenda orang tua dari anak-anak di bawah usia 18 tahun yang dianggap menggunakan gadget untuk waktu yang berlebihan.

Orang tua yang membiarkan anaknya jatuh secara fisik atau mulai menderita penyakit mental sebagai akibat dari penggunaan elektronik melebihi waktu yang wajar akan menghadapi denda sampai 50.000 dolar Taiwan.

Undang-undang baru tersebut membawa penggunaan gadget yang berlebihan sejajar dengan merokok, minum (alkohol) dan penggunaan narkoba yang semuanya sangat dibatasi. Namun sayangnya undang-undang tersebut tidak mencantumkan seberapa besar waktu pemakaian gadget yang dianggap wajar.

Sebelumnya China dan Korea Selatan sudah memberlakukan aturan yang sama yang dirancang untuk menjaga penggunaan elektronik oleh anak-anak pada tingkat yang sehat. Sayangnya, sejauh ini di Indonesia pemerintah belum melakukan hal yang sama padahal serbuan perangkat elektronik murah sangat deras. Perangkat elektronik murah seperti tablet kini banyak dikomsumsi oleh anak-anak tanpa satu aturan pun yang bisa membatasi penggunaannya. Hal ini akan membuat anak-anak berada dalam kondisi berisiko.

Sumber: Disarikan dari The Telegraph