Trik Meraih Pekerjaan Melalui Media Sosial setelah Lulus Universitas

FOTO-STMIK-DUTA-BANGSA-_-STMIK-Duta-Bangsa-Wisuda-Sarjana-dan-Ahli-Madya

Bagi mereka yang baru lulus dari universitas, media sosial bukanlah hal yang baru. Mereka mungkin sudah sekian lama berada di media sosial seperti Facebook sehingga bisa saja media sosial tersebut berdanpak negatif untuk memperoleh pekerjaan. Namun jangan dulu berputus asa. Masih terbuka peluang untuk bisa bekerja dengan memanfaatkan media sosial sebaik mungkin. Caranya adalah sebagai berikut.

1. Mulailah nge-Blog di Blog sendiri

Mulai menulis di blog sendiri adalah cara yang fantastis untuk menunjukkan berbagai potensi keterampilan yang bisa Anda dipindahtangankan ke perusahaan di masa depan. Menulis dengan baik adalah keterampilan berharga dan blog adalah cara sederhana namun efektif untuk menunjukkan kemampuan Anda menulis berbagai macam konten. Menyiapkan blog itu sendiri juga menunjukkan bahwa Anda memiliki inisiatif, sementara posting secara konsisten akan menunjukkan keandalan dan kemampuan untuk melihat hal-hal lain.

Jika blog Anda fokus pada industri yang ingin Anda masuki akan lebih baik lagi dan itu adalah cara yang fantastis untuk menunjukkan minat dan pengetahuan kepada kepada calon majikan. Pastikan untuk menyertakan link CV di blog agar yang ingin merekrut Anda dapat gambaran tentang Anda dan bisa mengundang untuk wawancara.

2. Ikuti orang yang tepat

Ide terbaik untuk dalam memburu pekerjaan adalah mengikuti dan berkomunikasi di media sosial dengan perusahaan yang mungkin ingin merekrut Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk mengembangkan pemahaman yang kuat terhadap industri yang  diminati dan pada gilirannya akan membantu Anda untuk memutuskan di mana Anda ingin bekerja dan di bidang apa Anda dapat berkontribusi.

Hal ini juga akan berguna ketika mencari pekerjaan yang tersedia karena memberikan Anda kesempatan untuk mendahului orang lain untuk mengisi lowongan yang tersedia. Merupakan ide yang baik juga untuk mengikuti perusahaan perekrutan yang relevan di situs media sosial karena mereka sering mengupdate lowongan pekerjaan yang tersedia.

3. Integrasikan

Akan sia-sia nantinya bila banyak menghabiskan waktu blogging dan menggunakan media sosial untuk menarik perekrut jika mereka tidak pernah menyadarinya. Jika Anda aktif di beberapa platform, pastikan untuk menghubungkan platform tersebut, posting entri blog Anda di Twitter dan arahkan pengguna lain di Facebook ke profil LinkedIn. Intinya integrasikan blog dan media sosial tersebut agar calon perusahaan yang ingin merekrut Anda melihat hal tersebut.

4. Jadilah diri sendiri tetapi menjaga segala sesuatu profesional

Jika Anda menggunakan blog dan akun media sosial sebagai cara untuk menarik pemberi kerja merekrut Anda adalah penting untuk menjadi diri sendiri dan menjaga profesionalisme. Artinya, Anda harus ingat untuk tidak sembarang melakukan update status, upload foto narsis yang berlebihan dan segala hal yang tidak terkait dengan tujuan Anda untuk memperoleh pekerjaan.

Anda harus memiliki kualitas foto yang baik, tidak harus terbaik dari sisi fotografi,  tetapi sesuatu yang memberikan representasi positif diri Anda. Platform online memberi Anda kesempatan untuk mempromosikan diri, jadi berpikirlah tentang bagaimana Anda bisa menggambarkan dan menarik orang lain dengan prestasi Anda.

Jangan lupa bahwa media sosial adalah media kreatif dan Anda harus menggunakan kesempatan ini untuk memamerkan kepribadian Anda. Blog khususnya adalah cara yang bagus untuk menampilkan minat, pendapat dan ide-ide serta keterampilan teknis Anda, jadi jangan takut untuk menjadi diri sendiri.

5. Jangan mengabaikan media tradisional

Meskipun sangat aktif di media sosial dan menjadi aset besar, penting untuk diingat bahwa tidak semua perekrut akan melihat hal tersebut sehingga jangan berpikir setelah memiliki blog dan aktif di media sosial Anda pasti dapat pekerjaan. Untuk itu adalah baik untuk tidak meninggalkan media tradisional seperti koran dan majalah yang memajang lowongan pekerjaan karena media tradisional ini masih menjadi tujuan beriklan sebagian besar perusahaan.

Sumber: Disarikan dari The Telegraph

Sumber Gambar: Solo Pos