Google Dipaksa Mengubah Kebijakan Privasi

15_inside_google_181010

Google, raksasa mesin pencari internet  dipaksa untuk meningkatkan kebijakan privasi mereka setelah badan pengawas resmi ( The Information Commissioner’s Office, ICO) Inggris mengatakan bahwa Google terlalu samar tentang sejumlah besar data yang dikumpulkan dari pengguna internet.

The Information Commissioner’s Office yang mengatur masalah privasi mengatakan bahwa Google perlu untuk menandatangani perjanjian untuk meningkatkan kejelasan tentang data pribadi pengguna.

Dalam sebuah pernyataan The Information Commissioner’s Office Inggris mengatakan bahwa mereka menemukan mesin pencari Google terlalu samar ketika menjelaskan bagaimana Google menggunakan data pribadi yang dikumpulkan dari layanan web dan produk.

Atas desakan tersebut, Google kini telah menandatangani dan berkomitmen untuk membuat perubahan lebih lanjut dalam kebijakan privasi untuk memastikan memenuhi persyaratan Undang-Undang Perlindungan Data Inggris dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa perubahan masa depan sesuai denngan kebijakan privasi, termasuk percobaanterhadap pengguna.

Perlu diketahui terdapat kekhawatiran serius tentang cara perusahaan online, khususnya mesin pencari dan situs media sosial seperti Facebook mengumpulkan data tentang pengguna internet. The Information Commissioner’s Office mengatakan perjanjian tersebut tidak hanya akan berdampak terhadap Google, tetapi juga pada perusahaan lain yang mengumpulkan informasi secara online.

Steve Eckersley, kepala penegakan hukum ICO mengatakan bahwa usaha tersebut menandai langkah maju yang signifikan setelah penyelidikan panjang dan dialog yang luas. Komitmen Google untuk membuat perubahan yang diperlukan akan meningkatkan informasi yang diterima konsumen Inggris saat menggunakan layanan dan produk online.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: IBN