Lebih dari Setengah Pengguna Khawatir Keamanan Data

Online-shopping-1Hampir setengah dari pengguna di Inggris khawatir data pribadi mereka tidak aman. Hal ini diungkapkan oleh penelitian baru yang dilakukan oleh Symantec dalam Symantec 2015 State of Privacy Report. Penelitian baru tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar  59 persen mengaku mengalami masalah perlindungan data di masa lalu. Menurut Symantec 2015 State of Privacy Report, 53 persen orang di Inggris menghindari posting data pribadi secara online untuk melindungi privasi mereka, sementara satu dari tiga orang memberikan data pribadi palsu sehingga informasi real mereka tetap pribadi.

Di Uni Eropa, konsumen percaya bahwa pengecer dan media sosial adalah pihak yang paling tidak bisa dipercaya dengan kurang dari seperempat dari konsumen Inggris yang mengaku percaya pengecer untuk menjaga informasi mereka secara aman. Sebaliknya, lembaga medis diikuti oleh bank-bank merupakan pihak yang paling dapat dipercaya terkait data pribadi.

Meskipun demikian, belanja online masih terus berkembang dan hanya satu dari lima konsumen yang meluangkan waktu untuk membaca syarat dan ketentuan secara penuh sebelum berbagi informasi pribadi mereka. Sementara itu, 36 persen pengguna online mengatakan mereka bersedia untuk memperdagangkan alamat email mereka untuk keuntungan finansial.

Symantec memperingatkan bahwa itu hanya masalah waktu sampai masalah keamanan menyebabkan berkurangnya jenis aktivitas online. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumen mulai memahami nilai data mereka dengan lebih dari 55 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa data mereka bernilai lebih dari 1.000 euro dan 8 persen menilai informasi mereka di lebih dari 10.000 euro.

Keamanan data dinilai oleh responden sama pentingnya dengan produk-produk berkualitas tinggi dan layanan ketika memilih yang berbelanja dan mayoritas merasa adalah tidak adil bahwa perusahaan mengambil keuntungan dari memperdagangkan data pribadi mereka.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: marcellie.com