NSA Bantu GCHQ Inggris Mencuri Kode Ponsel

rasouli_amir20130624101801240

Agen mata-mata elektronik Inggris, GCHQ bekerja sama dengan National Security Agency, AS telah menyusup ke jaringan perusahaan Belanda untuk mencuri kode yang memungkinkan kedua pemerintah (Inggris dan AS) untuk menguping ponsel di seluruh dunia tanpa hambatan. Hal ini diungkapkan oleh sebuah  dokumen yang diberikan kepada wartawan oleh Edward Snowden.

Dokumen yang diposting di situs The Intercept tidak memberikan rincian tentang bagaimana badan-badan intelijen tersebut bekerja sehingga bisa menguping tanpa meninggalkan bukti dan mereka bisa memata-matai orang-orang yang bukan merupakan target intelijen yang valid.

Namun operasi diam-diam terhadap produsen chip data ponsel terbesar di dunia tersebut bisa menimbulkan kemarahan di seluruh dunia. Hal ini menambah kesan bahwa NSA dan mitranya dari Inggris melakukan apapun yang mereka anggap perlu untuk meningkatkan kemampuan pengawasan mereka, bahkan jika hal tersebut berarti mencuri informasi dari perusahaan-perusahaan Barat yang taat hukum.

Perusahaan yang menjadi target NSA dan GCHQ bernama Gemalto dan berbasis di Belanda. Gemalto membuat subscriber identity modules atau kartu SIM yang digunakan dalam ponsel dan kartu kredit. Salah satu dari tiga kantor pusat global perusahaan Gemalto berada di Austin, Texas. Kliennya termasuk AT & T, T-Mobile, Verizon dan Sprint.

The Intercept tidak memberikan bukti apapun tentang kegiatan menguping NSA dan GCHQ terhadap pelanggan dari para penyedia layanan dan pejabat perusahaan mengatakan kepada The Intercept bahwa mereka tidak tahu jaringan mereka telah ditembus.

Gemalto mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak bisa segera mengkonfirmasi adanya hack dilaporkan dan tidak punya pengetahuan sebelumnya bahwa badan-badan tersebut melakukan operasi pengawasan terhadap mereka. Perusahaantersebut mengatakan akan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk sepenuhnya menyelidiki hack yang dilaporkan tersebut.

Seorang juru bicara untuk Sprint Nextel mengatakan bahwa perusahaannya tidak memiliki komentar terhadap laporan tersebut, sementara juru bicara T-Mobile mengatakan perusahaannya merujuk wartawan kepada Gemalto dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Selain SIM card, Gemalto adalah pembuat terkemuka sistem enkripsi untuk bisnis dan industri, termasuk proses pembayaran elektronik dan kunci kartu pintar yang digunakan perusahaan dan instansi pemerintah untuk membatasi akses ke komputer atau fasilitas sensitif lainnya.

NSA tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar. Di masa lalu, mantan pejabat NSA membela penggunaan teknik ekstra legal untuk melanjutkan kemampuan pengawasan dan mengatakan bahwa AS harus mampu untuk menguping teroris dan musuh AS yang berkomunikasi pada jaringan yang sama seperti orang lain.

Jika laporan The Intercept ini benar, tentu sebuah bencana karena jutaan SIM card yang di dalamnya tersimpan kontak, pesan, dan informasi penting lainnya jatuh ke tangan GCHQ dan NSA.

Sumber: The Washington Post