Pengawasan Internet GCHQ Bertentangan dengan Undang-undang

rasouli_amir20130624101801240

Aksi pengawasan GCHQ yang bekerja sama dengan NSA Amerika Serikat yang memata-matai kelompok hak-hak sipil dinyatakan melawan hukum. GCHQ bisa dipaksa untuk mengungkapkan apa yang mereka  lakukan terhadap kelompok privasi setelah kegiatan pengawasan internet tersebut dinyatakan melanggar hukum.

Investigatory Powers Tribunal (IPT) menyatakan bahwa kerja sama pengawasan antara Inggris dan AS melanggar hak asasi manusia karena rincian tentang bagaimana mereka melakukan hal tersebut dirahasiakan. Keputusan bahwa pengawasan internet GCHQ tersebut dinyatakan melawan hukum pada bulan Desember yang lalu ketika pemerintah Inggris mempublikasikan bagaimana berbagi data tersebut diautorisasi karena adanya perlawanan hukum dari kelompok hak-hak sipil.

Dua dari organisasi-organisasi hak-hak sipil tersebut kini meminta pengadilan untuk mengkonfirmasi apakah mereka telah dimata-matai oleh badan intelijen sehingga melanggar hak-hak mereka. Hal ini bisa membuka jalan bagi serangkaian kompensasi jika seseorang bisa membuktikan bahwa mereka telah dimata-matai.

Keputusan ini adalah pertama kalinya dalam 15 tahun sejarah IPT. IPT menanggapi adanya keluhan terhadap GCHQ, MI5 dan MI6 dan kemudian memutuskan bahwa salah satu agen mata-mata tersebut bersalah.

James Welch, direktur hukum Liberty, mengatakan bahwa kini publik tahu dengan membiarkan publik berada dalam kegelapan  tentang hubungan rahasia GCHQ dengan National Security Agency (NSA) GCHQ bertindak melawan hukum dan melanggar hak-hak publik.

Eric Raja, wakil direktur Privacy International, mengatakan keputusan tersebut menegaskan kepada publik apa yang banyak telah banyak dibicarakan  selama dekade terakhir, yaitu GCHQ dan NSA telah terlibat dalam program berbagi pengawasan massa ilegal yang telah memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Sumber: The Telegraph