Studi: Facebook Sebabkan Depresi

rsz_original

Para peneliti di University of Missouri-Columbia telah menemukan bahwa iri terhadap teman-teman Anda di Facebook dapat menyebabkan depresi. Temuan ini makin menegaskan pengaruh jelek dari media sosial Facebook terhadap penggunanya.

Berdasarkan studi terhadap 700 orang ditemukan bahwa pengguna yang diam-diam melihat halaman temannya di Facebook atau melakukan browsing  di Facebook untuk melihat bagaimana kondisi teman-teman mereka lebih mengalami gejala depresi dibandingkan dengan mereka yang menggunakan situs Facebook untuk menghubungi teman dan keluarga atau untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga mereka.

Para peneliti juga menemukan bahwa jika pengguna Facebook iri terhadap kegiatan dan gaya hidup teman-teman mereka di Facebook, mereka jauh lebih mungkin untuk melaporkan perasaan depresi.

Facebook bisa menjadi sumber daya yang sangat positif bagi banyak orang, tetapi jika digunakan sebagai cara untuk mengukur kesuksesan diri sendiri dan memperbandingkannya dengan orang lain (teman di Facebook), dapat memiliki efek negatif. Hal ini penting bagi pengguna Facebook untuk menyadari risiko ini sehingga mereka dapat menghindari perilaku semacam itu ketika menggunakan Facebook.

Singkatnya, rasa benci melihat foto dari teman Facebook Anda yang melakukan liburan mewah atau melihat-lihat barang berharga tinggi yang dibeli teman Anda membuat Anda down (kecewa) dengan diri Anda sendiri sehingga bisa menyebabkan depresi.

Peneliti menemukan bahwa jika pengguna Facebook iri dengan kegiatan dan gaya hidup teman-teman mereka di Facebook, mereka jauh lebih mungkin untuk melaporkan perasaan depresi.

Jelas sekali bahwa temuan studi ini adalah contoh yang cukup kecil dan spesifik. Selain itu gejala depresi banyak ragamnya sehingga temuan ini merupakan data yang menarik dan bisa membantu orang-orang yang menemukan diri mereka sangat terobsesi dengan media sosial, tetapi tidak mampu untuk mengatakan mengapa mereka merasa sangat tidak senang. Temuan ini bisa menjadi alasan.

Sumber: Techcrunch