Apple Pay Ladang Baru bagi Scammers

Apple-Pay-title

Penjahat di AS mulai menggunakan sistem pembayaran mobile Apple Pay untuk membeli barang-barang bernilai tinggi, sering dari Apple Store  dengan menggunakan identitas dan rincian kartu kredit yang dicuri.

Bank dikabarkan terkejut melihat tingkat penipuan yang dilakukan penjahat dan memastikan verifikasi yang lebih baik dan memeriksa sistem yang diberlakukan untuk mencegah masalah keluar dari kendali. Apple Pay dikabarkan telah digunakan sekitar dua juta orang Amerika.

Para penjahat tersebut tidak melanggar enkripsi yang aman di dalam mekanisme pembayaran sidik jari nirkabel di Apel Pay. Sebaliknya, mereka menyiapkan iPhone baru dengan informasi pribadi dicuri dan kemudian menelpon bank untuk memastikan kartu korban melalui telepon kemudian menggunakannya untuk membeli barang.

Penjahat dengan ID curian memahami untuk menargetkan Apple Stores karena Apple Stores menerima Apel Pay dan menawarkan barang-barang bernilai tinggi yang kemudian dapat dijual untuk memperoleh uang tunai.

Bank-bank di AS menggunakan jalur hijau untuk kartu yang mereka setujui datanya secara langsung dan jalur kuning untuk kartu yang membutuhkan pengecekan lebih lanjut. Akan tetapi, beberapa bank telah membuat kegiatan yang terlalu sederhana dengan meminta penelepon untuk memverifikasi identitas mereka dengan empat digit terakhir dari nomor jaminan sosial mereka (SSN).

Meskipun dimaksudkan untuk dirahasiakan, SSN biasanya dicuri dalam pencurian identitas dan rata-rata 11,5 juta orang Amerika menjadi korban penipuan identitas per tahun dengan kerugian rata-rata per kejadian sebesar 4.930 dollar AS. Pada tahun 2013 total kerugian dari penipuan ID di AS mencapai 24,7 miliar dollar. Hampir dua pertiga dari kasus penipuan melibatkan rincian kartu kredit. Dengan kondisi tersebut setiap bank issuer di Apple Pay bisa menjadi korban penipuan, di mana para penipu bisa mengambil alih akun korban.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: Trust Review