China Hapus 60.000 Akun karena Username yang Tidak Pantas

DAS0046

Mulai tanggal 1 Maret 2015, China akan menegakkan kontrol lebih ketat atas nama online dan hal tersebut sudah dimulai dengan menghapus akun yang tidak sesuai dengan standar tersebut. Sejumlah perusahaan internet yang kuat di China telah menghapus lebih dari 60.000 akun yang mereka yakini melanggar kebijakan baru real name/username di China.

The Cyberspace Administration of China (CAC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akun tersebut memiliki username yang berbahaya (seperti Come Shoot Guns) atau menyesatkan orang-orang untuk berpikir bahwa mereka sedang berhadapan dengan media yang atau pemerintah (seperti Buy License Plates).

Kelompok perusahaan yang melakukan pembersihan username ini termasuk situs e-commerce Alibaba, raksasa teknologi Tencent, Google China atau dikenal dengan nama Baidu dan platform media sosial Weibo. Baidu dilaporkan menghapus 23.000 akun  yang memiliki username vulgar atau menggunakan avatar eksplisit secara seksual, sedangkan Weibo menghapus 5.500 akun karena mempromosikan terorisme dan pandangan Gerakan Islam Turkestan Timur (East Turkestan Islamic Movement).

Tencent juga menghapus akun instant messaging dan akun media sosial yang berhubungan dengan perjudian, senjata api dan mengeluarkan faktur palsu dan info keamanan pangan. Tidak jelas berapa banyak akun Alibaba yang dihapus, tetapi Alibaba membentuk tim untuk memantau username di situs dan platform mereka.

CAC tidak menyebutkan beberapa akun telah dihapus karena mereka tidak memiliki nama pengguna yang asli. Namun perlu diingat, situs di China juga akan mulai mewajibkan pengguna untuk memasukkan nama asli pengguna dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan ketika aturan baru berlaku pada 1 Maret nanti.

Sumber: Engadget

Sumber Gambar: Getty Images