Facebook Lakukan Klarifikasi Aturan

facebook-woman-2-1_2507268b

Jaringan sosial terbesar di dunia, Facebook telah mennulis ulang pedoman tentang apa yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk menghindari kebingungan pengguna.  Monika Bicket, global head of content policy Facebook mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa banyak orang dari latar belakang yang berbeda mungkin memiliki ide yang berbeda tentang apa yang tepat untuk dibagi.

Facebook kini telah menulis ulang pedoman, memperluas daftar sebelumnya dengan informasi lebih lanjut. Akan tetapi, Facebook menegaskan bahwa kebijakan itu sendiri tidak berubah, hanya daftar kebijakan telah diperbarui untuk menyediakan penjelasan yang lebih rinci. Misalnya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan nudity atau apa yang dimaksud dengan hate speech.

Facebook juga memperjelas bahwa mereka tidak hanya melarang organisasi teroris atau anggota mereka berada dalam komunitas Facebook, tetapi juga tidak mengizinkan pujian atau dukungan untuk kelompok teror atau tindakan atau pemimpin mereka yang tidak dirinci dalam pedoman sebelumnya.

Beberapa aturan diperbarui adalah sebagai berikut:

1. Terorisme dan kejahatan

Jika organisasi pengguna berbahaya yang berarti bahwa organisasi tersebut terlibat dalam perilaku kekerasan, kriminal atau kebencian, maka akan dilarang di Facebook. Sebagai individu pengguna juga dilarang mengungkapkan dukungan untuk kelompok tersebut, termasuk memuji para pemimpin mereka atau menerima atau membiarkan aktivitas mereka. Pengguna juga dilarang membual tentang kejahatan yang telah mereka lakukan atau menggunakan Facebook untuk merencanakan kejahatan. Pengguna bisa, menggunakan Facebook untuk menjual senjata selama mematuhi semua hukum yang berlaku.

2. Pelanggaran grafis

Apakah pengguna diijinkan untuk mengirim gambar kekerasan tergantung pada motif pengguna.  Jika untuk menyoroti keprihatinan atas pelanggaran HAM atau terorisme, maka hal tersebut baik-baik saja, namun jika hal tersebut untuk kesenangan sadis atau untuk merayakan atau memuliakan kekerasan maka akan dilarang oleh Facebook.

3. Kebencian

Pengguna tidak boleh mengirim apa pun yang secara langsung mengancam seseorang dan  tidak boleh mempromosikan kebencian terhadap orang-orang berdasarkan ras, etnis, asal-usul kebangsaan, agama, seks, jenis kelamin, identitas gender, orientasi seksual, kecacatan atau kondisi medis.

4. Nudity

Facebook membatasi ketelanjangan karena beberapa pengguna dalam komunitas global Facebook mungkin sensitif terhadap jenis konten tersebut.
Jadi pengguna tidak boleh mengirim gambar alat kelamin atau bokong.

Payudara wanita juga dilarang jika menunjukkan puting, kecuali mereka secara aktif terlibat dalam menyusui atau menampilkan payudara karena post-mastectomy scarring.

Aturan tampaknya merupakan perubahan kebijakan dari tahun 2013, ketika perempuan mengeluh bahwa Facebook telah menandai foto-foto mereka yang sedang menyusui sebagai seksual eksplisit. Namun Facebook tetap membolehkan gambar dari lukisan atau patung yang menggambarkan tokoh-tokoh telanjang.

Sumber: Facebook via The Telegraph