Halifax Kembangkan Password Detak Jantung

rsz_heartbeat-monitor

Suatu waktu nanti pengguna mungkin sudah harus melupakan password, kode login, PIN dan kata kenangan sebagai pengenal identitas online. Hal ini karena sebuah bank di Inggris sedang mengembangkan sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna membuktikan dirinya melalui analisis detak jantung.

Teknologi analisis detak jantung ini  dikembangkan oleh perusahaan Kanada Bionym. Gelang yang disebut Nymi akan berkomunikasi dengan tempat checkout  atau mesin uang untuk memungkinkan pelanggan membayar barang atau menarik uang.

Teknologi baru cardiac signature ini diklaim sangat aman untuk membuktikan ID, lebih aman daripada bentuk-bentuk lain identifikasi biometik seperti scann mata atau teknologi pengenalan wajah.

Bionym mengatakan dalam dunia password dan nomor pin Nymi Band akan memungkinkan Anda untuk secara nirkabel membuktikan bahwa Anda adalah Anda kepada dunia di sekitar Anda.

Menurut para ahli teknologi ini bisa memiliki aplikasi yang tak terhitung jumlahnya termasuk bisa memberikan pekerja akses ke kantor atau untuk membuka pintu dan menyalakan mobil. Teknologi ini  ini juga diperkirakan menarik bagi pemerintah yang bisa menggunakannya untuk mengamankan pos-pos perbatasan, angkutan umum dan fasilitas lainnya. Selain itu, juga dapat digunakan untuk mengontrol berbagai perangkat elektronik di sekitar rumah tangga mulai dari sistem alarm hingga televisi.

Namun sejauh ini bank tampaknya menjadi yang paling tertarik. BBC telah mendemontrasikan transaksi Halifax menggunakan gelang Nymi yang bekerja dengan menciptakan sebuah sirkuit antara pergelangan tangan pengguna dan jari mereka.

Pengguna harus menempatkan jari mereka pada pelat logam kecil di bagian atas band yang akan melewati pergelangan tangan, kemudian memeriksa signature pengguna dan seterusnya dicocokkan dengan satu signature yang telah disimpan di database sebelumnya.

Sejauh ini Halifax menggunakan teknologi tersebut sebagai cara yang memungkinkan pengguna untuk login ke rekening bank melalui smartphone. Proses ini berarti mereka tidak perlu memasukkan PIN atau rincian keamanan lainnya.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: Wired