Headphone Berisiko Merusak Pendengaran Anak

music-via-headphone

Organisasi kesehatan dunia di bawah PBB, WHO memperingatkan bahwa lebih dari satu miliar anak muda mempertaruhkan pendengaran mereka dengan mendengarkan musik terlalu keras. Hal ini bisa dipercayai karena kini ke mana-mana anak-anak muda selalu mendengarkan musik melalui headphone, baik di kereta, pesawat dan di angkutan umum seperi bis. Terlebih dengan adanya smartphone. Kini anak-anak muda bisa sepanjang hari menikmati musik melalui headphone.

WHO juga mengatakan bahwa di negara-negara kaya hampir 50 persen dari orang-orang yang berusia antara 12 sampai 35 tahun terkena tingkat yang tidak aman dari suara dari headphone mereka.

Dr Etienne Krug, WHO Director for the Department for Management of Noncommunicable Diseases, Disability, Violence and Injury Prevention mengatakan semakin banyak anak muda yang menempatkan diri mereka pada risiko gangguan pendengaran. Mereka harus menyadari bahwa sekali mereka kehilangan pendengaran, hal tersebut tidak akan datang kembali.

WHO menyarankan anak-anak muda untuk melindungi diri mereka sendiri dengan menggunakan headphone yang sesuai, bahkan mungkin headphone dengan kemampuan noise canceling untuk membatasi kebutuhan volume tinggi di headphone. Namun demikian langkah pencegahan utama adalah tidak mengubah volume headphone ke posisi yang terlalu tinggi. Mengubah volume headphone ke posisi tertinggi ini sesuatu yang sangat sering dilakukan anak muda sehingga mereka terlihat tidak peduli dengan masa depan pendengaran mereka.

Dengan adanya risiko rusaknya pendengaran sudah seharusnya anak-anak muda tidak tergoda untuk menaikkan volume headphone mereka setinggi-tingginya. Menggunakan headphone untuk menikmati musik di mana saja sehingga tidak menganggu orang lain sangatlah baik, Namun harus selalu mempertimbangkan risiko. Be Wise!

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: imgarcade.com