Karyawan Link Terlemah dalam Rantai Keamanan Perusahaan

kinja

Badan mata-mata Inggris (GCHQ) telah memperingatkan perusahaan untuk mempertimbangkan stripping terhadap smartphone karyawan dan memory stick untuk melindungi diri mereka dari serangan cyber.

GCHQ dan departemen lain memperingatkan perusahaan-perusahaan bahwa staf atau karyawan merupakan link terlemah dalam rantai keamanan dan tindakan protektif harus diambil agar perusahaan tidak terkena serangan cyber.

Perusahaan sebelumnya telah memerintah kepada karyawannya tentang keharusan menggunakan jaringan WiFi yang dipercaya secara efektif dan mengesampingkan menggunakan laptop di kedai kopi seperti Starbucks yang tidak memiliki  perlindungan khusus  serta terus-menerus memperbarui browser internet.

GCHQ juga memperingatkan perusahaan tentang bahaya karyawan yang tidak puas yang mungkin mencoba untuk mencuri atau melakukan deface secara fisik terhadap komputer atau menjadi rentan terhadap pemerasan jika rahasia kehidupan pribadi mereka terbuka ke publik.

Peringatan tersebut berada termasuk dalam daftar 10 Steps to Cyber Security guidance yang dirilis oleh CESG, bagian Keamanan Informasi dari GCHQ. Peringatan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Inggris mengatakan bahwa serangan cyber  merupakan salah satu ancaman modern terbesar yang harus dihadapi.

Dalam serangkaian dokumen panduan rinci untuk bisnis yang dikeluarkan oleh GCHQ bersama departemen lain, perusahaan didesak untuk mengambil langkah-langkah untuk membuat diri mereka kurang rentan terhadap serangan. Salah satunya memantau semua aktivitas pengguna dan mengawasi perilaku internet karyawan setiap saat sehingga mereka selalu dapat diidentifikasi. Nasihat lainnya adalah untuk memastikan karyawan tahu akibat dari penyalahgunaan kebijakan keamanan organisasi yang merupakan tindakan disipliner. Langkah-langkah khusus juga disebutkan, termasuk kemungkinan stripping  ponsel karyawan.

Sumber: The Telegraph