Korban Pelecehan Seksual Online Harusnya Dapat Kompensasi

child-abuse

Internet merupakan tempat yang berbahaya bagi anak-anak terutama karena mereka bisa menjadi mangsa para penjahat seksual anak. Kini tidak terhitung lagi anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual online sehingga diperlukan usaha serius untuk menanganinya. Selain itu, anak-anak korban pelecehan seksual online ini sudah seharusnya memperoleh kompensasi dari para penjahat seksual online tersebut.

Setidaknya hal ini diinginkan oleh Children’s Charities’ Coalition on Internet Safety (CHIS) di Inggris yang melingkupi beberapa organisasi seperti Action for Children, Barnardo’s, Kidscape, dan NSPCC.

Menurut CHIS anak korban pelecehan seksual harus diizinkan untuk memperoleh kompensasi jika  ditemukan kepemilikan foto pelecehan seksual online terhadap mereka. CHIS mengatakan kerusakan yang terjadi pada anak-anak harus dinilai dan mereka yang dapat diidentifikasi harus memiliki hak hukum untuk menerima kompensasi dari pelaku pelecehan seksual online. Hal tersebut merupakan bagian dari manifesto yang diterbitkan secara online oleh Children’s Charities’ Coalition on Internet Safety (CHIS).

Menurut CHIS, setelah penyitaan foto pelecehan anak, prioritas pertama pihak berwajib adalah mengidentifikasi anak, menentukan lokasi mereka dan menghapus foto mereka dan orang lain yang mungkin berada pada risiko yang sama ke tempat yang lebih aman.

CHIS juga menyarankan bahwa korban pelecehan seksual anak yang tinggal di luar Inggris harus dapat menuntut pedofil melalui pengadilan Inggris.
Selain itu, CHIS mengusulkan bahwa ketika seseorang dihukum karena kepemilikan gambar tidak senonoh, orang tua anak atau perwakilan hukum harus diberitahu.

Claire Lilley, pimpinan keselamatan anak online NSPCC mengatakan bahwa setiap inisiatif yang membantu memberantas foto pelecehan anak secara online sangat bernilai untuk dipertimbangan. Kompensasi finansial dapat menjadi cara membantu para korban yang masih muda tersebut membangun kembali kehidupan mereka.

Usulan kompensasi finansial ini sangat menarik untuk dipertimbangkan dan dilaksanakan di Indonesia. Perlu diketahui bahwa pelecehan anak online merupakan fenomena gunung es. Kasus ini sangat banyak namun yang terungkap ke publik hanya sebagian kecil. Dengan adanya kompensasi finansial ini upaya pemberantasan pelecehan seksual anak online bisa menemui keberhasilan yang lebih baik.

Sumber: The Telegraph