Layanan Broadband Gagal Memuaskan Pelanggan

broadband_2478077b

Janji operator broadband bukan sesuatu yang baru. Seringkali pelanggan dijanjikan kecepatan tinggi, namun pada kenyataannya bahkan untuk membuka situs saja sulit. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Inggris. Berdasarkan penelitian terbaru sangat banyak pelanggan broadband yang kecewa dengan layanan penyedia sambungan broadband.

Beberapa penyedia layanan broadband terbesar di Inggris membuat para pengguna mereka kecewa karena memberikan layanan dan kecepatan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

BT, Sky dan TalkTalk mencetak kurang dari 50 persen dalam survei kepuasan broadband terbaru, sementara saingan mereka yang lebih kecil seperti John Lewis Broadband, Plusnet, Utility Warehouse dan Zen Internet memperoleh lebih dari 70 persen. Ini artinya penyedia layanan broadband  yang lebih kecil mengalahkan rival mereka yang lebih besar dalam hal layanan yang diberikan.

Survei terhadap pelanggan broadband tersebut terkait dengan kepuasan terhadap kecepatan yang mereka terima. Sebagian besar penyedia layanan internet (ISP) menerima skor tiga bintang dari lima bintang untuk kecepatan dari pelanggan.

Pelanggan TalkTalk adalah yang paling tidak senang dengan layanan yang mereka terima. Hal ini dibuktikan dengan hanya dua bintang yang diberikan untuk kecepatan, Virgin Media dan Zen Internet mencetak empat bintang, dan penyedia layanan broadband lain mendapat tiga bintang.

Survei tersebut membuktikan bahwa kecepatan yang diiklankan oleh penyedia layanan broadband hampir tidak pernah menjadi kenyataan. Saat ini, hanya 10% dari pelanggan yang menerima kecepatan sesuai dengan yang dijanjikan dalam iklan. Ini berarti bahwa sebagian besar orang yang menggunakan layanan broadband tidak akan pernah mencapai kecepatan yang dijanjikan tersebut.

Apa yang terjadi di Inggris tersebut mungkin tidak akan berbeda jauh dengan di Indonesia seandainya diadakan penelitian yang sama. Itu artinya kecepatan yang diiklankan tak akan pernah diperoleh oleh pelanggan. Namun karena ketersediaan layanan broadband ini sedikit, pengguna cenderung hanya bisa menerima.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: The Telegraph