Penelitian: Hadiah Membuat Anak Materialistis

Two young girls, at home, using an IPod, tablet computer. Surfing the Internet, using a wireless connection.

Apakah Anda sering menjanjikan hadiah berupa gadget seperti smartphone, tablet atau laptop atau bahkan memberikan uang bila anak Anda bisa memenuhi suatu prestasi tertentu? Hati-hatilah karena berdasarkan studi terbaru, perilaku tersebut bisa menjadikan anak materialistis di saat dewasa kelak.

Menurut para peneliti, menggunakan uang atau benda untuk mengungkapkan cinta atau hadiah bagi anak-anak atas prestasi mereka dapat menjadi bumerang. Menurut penelitian, tindakan tersebut dapat merugikan perkembangan mereka dan menyebabkan mereka untuk menjadi lebih materialistis di saat dewasa.

Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang yang dihargai dan dimanja seperti anak-anak lebih mungkin untuk berpikir harta adalah penentu yang menentukan siapa diri seseorang. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research dan dilakukan oleh peneliti Dr Marsha Richins (University of Missouri) dan Dr Lan Nguyen Chaplin (University of Illinois di Chicago).

Orang tua yang mencintai dan mendukung anak bisa dengan sengaja mendorong materialisme pada anak-anak mereka meskipun mereka berupaya untuk mengarahkan untuk tidak mengandalkan harta benda dalam menemukan kebahagiaan atau menghakimi orang lain.

Dalam studi tersebut, peneliti mensurvei 701 orang dewasa untuk mengukur dampak jangka panjang dari pengasuhan berbasiskan materi. Mereka diminta untuk menggambarkan situasi kehidupan mereka saat ini dan nilai-nilai dan juga melaporkan tentang berbagai keadaan masa kecil, hubungan mereka dengan orang tua mereka, dan imbalan dan hukuman yang mereka terima selama tiga masa kritis dalam kehidupan anak-anak.

Hasil penelitian menunjukkan orang dewasa yang menerima lebih banyak imbalan materi sebagai bentuk penghargaan dan hukuman ketika anak-anak lebih mungkin daripada yang lain untuk menggunakan harta dalam mendefinisikan dan mengekspresikan siapa mereka.

Orang dewasa yang menerima banyak penghargaan materi ketika anak-anak kemungkinan besar akan terus menghargai diri mereka dengan materi dan mendefinisikan diri melalui harta mereka.

Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati untuk menggunakan materi dalam mengungkapkan cinta mereka dan penghargaan terhadap anak-anak mereka untuk perilaku yang baik. Peneliti memperingatkan penekanan yang berlebihan pada harta benda selama masa kanak-kanak dapat memiliki efek jangka panjang.

Sumber: Journal of Consumer Research via Daily Mail

Sumber Gambar: Daily Mail