Software Rahasia Digunakan untuk Memprediksi Kejahatan di Masa Depan

rsz_1programming-istock (1)

Terdapat beberapa masalah terkait kejahatan, yaitu jumlahnya selalu meningkat setiap tahun dan terkadang yang melakukannya sering adalah penjahat yang sama. Hal ini tentu berdampak kepada daya tampung. Suatu waktu penjara mungkin tidak sanggup lagi menampung para penjahat sehingga diperlukan suatu cara untuk menguranginya.

Amerika Serikat berusaha untuk mengurangi populasi penjara dengan cara rahasia, yaitu penilaian psikologis baru untuk memprediksi mana narapidana yang akan melakukan kejahatan di masa depan dan mana yang mungkin aman untuk dilepaskan.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan berbasis data nasional untuk menurunkan populasi penjara, mengurangi residivisme dan menghemat miliaran anggaran pemerintah.

Dalam program tersebut termasuk kuesioner yang jumlahnya sering lebih dari 100 pertanyaan tentang pendidikan pelaku, keluarga, pendapatan, status pekerjaan, pergerakan (perpindahan), sejarah penangkapan orang tua atau apakah pelaku memiliki telepon atau tidak.

Sebuah skor ditempelkan setiap jawaban dan hasilnya akan membantu membentuk bagaimana pelaku akan diawasi dalam sistem penjara atau dibebaskan dari tahanan. Software ini digunakan untuk berbagai kejahatan mulai dari pencurian kecil sampai ke pembunuhan berantai. Keakuratan datanya banyak mengandalkan penjahat untuk mengatakan yang sebenarnya dan wilayah hukum tidak selalu bisa memeriksa untuk memastikan jawaban apakah akurat atau tidak.

Sayangnya metode ini   digunakan secara tidak konsisten dan kadang-kadang dalam yurisdiksi hukum yang sama. Terkadang penjahat yang sama mungkin mencetak skor yang berbeda dalam kejahatan yang sama.

Hal ini adalah kemajuan besar dibanding proses pengambilan keputusan dibandingkan 20 atau 30 tahun yang lalu ketika papan pembebasan bersyarat dan pengadilan tidak memiliki informasi statistik apapun untuk mendasarkan keputusan mereka.

Dengan software ini nantinya diharapkan bisa diprediksi penjahat mana yang berpotensi mengulangi kejahatan mereka setelah dilepaskan dan mana yang benar-benar tidak lagi berbuat jahat. Dari hasil tersebut bisa diputuskan mana penjahat yang bisa dilepaskan dan mana yang tetap harus ditahan.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: Tech Republic