Taylor Swift dan Microsoft Beli Domain Porno

do-no-reuse-taylor-swift-the-beat-bb36-sarah-barlow-billboard-650

Para pemalsu nama domain atau troll internet mungkin akan memperoleh lebih banyak tantangan untuk membuat domain palsu porno atas nama brand atau selebriti karena beberapa brand dan selebriti telah terlebih dahulu membeli domain tersebut.

Sebagaimana diketahui, per 1 Juni 2015 siapa pun dapat membeli domain .porn atau .sucks  yang membuat orang tua dapat memblokir situs lebih mudah dan menurut CNN beberapa brand dan selebriti  saat ini diizinkan untuk membeli domain tersebut terlebih dahulu (sebelum dibuka untuk umum).

Dengan adanya kebijakan tersebut, Taylor Swift, penyanyi terkenal dari AS dikabarkan telah membeli TaylorSwift.porn dan TaylorSwift.adult, sedangkan Microsoft  telah membeli Office.adult dan Office.porn.

Pada tahun 2011, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) memutuskan untuk memperluas berbagai akhiran situs agar lebih relevan dengan orang yang mengetikkan alamat web.

Bersamaan dengan .com  dan .uk yang sudah akrab masih ada bagian lain tertentu seperti .healthcare dan .london serta  porn dan suck sebagai ekstensi situs terbaru.

Saat ini merupakan periode Sunrise (tahap awal) di mana selebriti dan perusahaan dapat membeli domain atas nama mereka dengan harga yang sedikit dikurangi, apakah itu untuk mengarahkan ke situs resmi mereka atau untuk mencegah troll internet mengambilnya dan mem-posting konten yang tidak diinginkan atau menghasilkan uang dari domain tersebut.

Domain .sucks  telah diatur untuk melakukan kritik sebagaimana situs premium lainnya termasuk life.sucks dan divorce.sucksDotSucks dirancang untuk membantu konsumen menemukan suara mereka dan memungkinkan perusahaan untuk menemukan nilai dalam kritik. Setiap domain dotSucks memiliki potensi untuk menjadi bagian penting dari program manajemen hubungan pelanggan setiap organisasi.

Dengan dibelinya domain porno atas namanya sendiri berarti Taylor Swift selangkah di depan dibandingkan para troll internet yang sering beraksi membuat atau membeli nama domain atas nama selebriti tertentu untuk mendapatkan uang. Selain itu, domain porno atas nama brand atau selebriti tersebut sering digunakan untuk mem-posting konten yang tidak diinginkan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: Billboard