Twitter Digugat karena Diskriminasi Gender

twitter_2094423b

Perusahaan teknologi Silicon Valley sepertinya tidak bersahabat dengan perempuan. Sangat banyak dari perusahaan ini yang pegawainya laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Ditambah lagi dengan praktik yang lebih menguntungkan laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dibuktikan oleh sebuah gugatan terhadap Twitter.

Seorang insinyur perempuan menggugat Twitter atas dugaan praktek promosi yang menguntungkan laki-laki. Gugatan ini merupakan gugatan  terbaru yang menyoroti klaim diskriminasi gender yang  luas di Silicon Valley. Tina Huang, nama insinyur perempuan tersebut menuduh tim manajemen Twitter didominasi laki-laki dan sengaja menghadang perempuan untuk promosi.

Dalam pengaduan yang diajukan di San Francisco akhir pekan lalu, Huang mengatakan dia tidak dipromosikan pada tahun 2013 tanpa penjelasan yang memadai meskipun masa kerja, evaluasi baik oleh rekan-rekan dan supervisor dan tidak adanya kritik atau masalah disiplin.

Huang merupakan salah satu karyawan Twitter paling awal mengatakan sebagian besar dari karyawan lain yang memulai bekerja sama dengannya cepat dipromosikan ke tingkat manajemen senior, namun ia diabaikan. Hal ini menggambarkan adanya masalah diskriminasi gender yang luas di Twitter. Kurangnya prosedur promosi resmi di Twitter, seperti kriteria atau proses aplikasi telah menyebabkan budaya penunjukkan (tap on shoulder) yang tidak adil dan lebih menguntungkan pihak laki-laki.

Gugatan Huang menyebutkan bahwa penilaian promosi tercemar dengan prasangka secara sadar atau tidak serta stereotip berbasis gender menjadi sebab mengapa begitu sedikit karyawan perempuan di Twitter maju ke posisi senior dan kepemimpinan di Twitter. Huang yang bekerja di Twitter antara Oktober 2009 dan Juni 2014 di tim mobile mengatakan dia mengeluh langsung ke CEO Dick Costolo, tetapi disuruh cuti dan dipaksa untuk berhenti.

Perlu diketahui dalam laporan tahun lalu tentang keberagaman gender, Twitter mencatat perbandingan antara laki-laki dan perempuan sebesar 90:10. Perbandingan ini termasuk yang paling rendah, sama halnya dengan perusahaan lain seperti Facebook dan Yahoo. Huang mengatakan dalam pengajuan gugatannya bahwa Twitter menciptakan langit-langit kaca untuk perempuan yang tidak dapat dijelaskan atau dibenarkan oleh tujuan bisnis yang wajar. Seorang juru bicara Twitter menanggapi dengan mengatakan Huang meninggalkan Twitter secara sukarela dan tidak dipaksa untuk berhenti.

Sumber: The Telegraph