Aplikasi yang Bisa Memprediksi Gempa Bumi

christchurch-earthquake-new-zealand

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Dengan kondisi tersebut sewaktu-waktu bisa saja terjadi gempa yang berakibat hilangnya nyawa atau kerusakan. Untuk meminimalisasi akibat gempa tersebut mungkin diperlukan sebuah aplikasi yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa.

Para peneliti di Amerika Serikat (sayangnya bukan di Indonesia) telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang menggunakan ratusan ponsel untuk memprediksi gempa bumi. Tim peneliti menguji sistem dengan menggunakan data dari gempa sebelumnya dan menemukan bahwa hanya butuh beberapa ribu orang di kota besar menjalankan aplikasi untuk memberikan prediksi yang akurat.

Dengan memanfaatkan pengamatan crowdsourced dari pengguna yang ikut berpartisipasi melalui smartphone, gempa bumi dapat dideteksi dan dianalisis serta mengkustomisasi peringatan gempa dan dikirimkan kembali kepada pengguna.

Peneliti menguji kelayakan crowdsourced EEW dengan simulasi hipotetis gempa berkekuatan 7 magnitude dan data real gempa berkekuatan 9 magnitude dari tahun 2011 yang terjadi di  Tohoku-oki, Jepang.

Meskipun kurang akurat dibandingkan scientific-grade equipment, GPS (Global Positioning System) receiver di smartphone dapat mendeteksi gerakan tanah permanen (displacement) yang disebabkan oleh gerakan salah dalam gempa besar. Hasil menunjukkan bahwa crowdsourced EEW dapat dicapai dengan hanya sebagian kecil dari orang-orang di daerah tertentu memberikan kontribusi informasi dari smartphone mereka.

Misalnya, jika kurang dari 5.000 ponsel di daerah metropolitan besar yang ikut berpartisipari, gempa bisa dideteksi dan dianalisis cukup cepat untuk mengeluarkan peringatan ke daerah-daerah jauh sebelum timbulnya guncangan yang kuat. Para peneliti menemukan bahwa sensor di smartphone dan perangkat serupa dapat digunakan untuk mengeluarkan peringatan terjadinya gempa bumi berkekuatan sekitar 7 magnitude atau lebih besar, tapi tidak untuk yang lebih kecil.

Tentunya kita berharap aplikasi ini bisa digunakan di Indonesia suatu waktu nanti. Tujuannya tidak lain agar gempa bisa lebih diprediksi dan akibat gempa bisa diminimalisasi.