Facebook Digugat Karena Teknologi Pengenalan Wajah

facebook-front_179_2232542b

Gugatan demi gugatan menghadang Facebook. Media sosial terbesar tersebut kini tengah menghadapai gugatan class action di Eropa terkait penanganan data pengguna Eropa. Belum selesai masalah tersebut, Facebook kembali digugat oleh penggunanya di Amerika Serikat. Kali ini terkait dengan teknologi Facial Recognition atau pengenalan wajah.

Untuk mengetahui teknologi tersebut, cobalah upload foto Anda ke Facebook. Nantinya secara otomatis Facebook mengidentifikasi orang-orang di setiap foto dan menanyakan apakah Anda ingin men-tag mereka. Saran men-tag ini merupakan bagian dari perangkat lunak pengenalan wajah yang ada di Facebook yang diperkenalkan pada tahun 2010.

Teknologi pengenalan wajah Facebook tersebut mampu mengidentifikasi teman-teman di foto dengan memindai wajah mereka, mengisolasi fitur wajah mereka dan membandingkan informasi dengan database wajah yang ada. Dengan adanya  perkembangan DeepFace yang diperkenalkan tahun lalu, teknologi ini memiliki tingkat akurasi 97,25 persen sehingga Facebook sangat mengenal wajah para penggunanya.

Pemimpin gugatan tersebut adalah Carlo Licata dari Illinois. Ia mengklaim bahwa dengan mengumpulkan data wajah pengguna dan Facebook diam-diam terus mengoleksi basis data biometrik  terbesar di dunia. Dengan demikian Facebook melanggar Illinois’s Biometric Information Privacy Act of 2008.

Hukum Illinois mengharuskan perusahaan harus mendapatkan persetujuan tertulis sebelum mengumpulkan data biometrik dan memberitahu pelanggan tentang berapa lama informasi mereka akan disimpan. Hal seperti ini tidak dilakukan oleh Facebook ketika merilis teknologi pengenalan wajah mereka.

Facebook juga dituduh secara aktif adalah menyembunyikan praktek kontroversial tersebut karena tidak pernah meminta izin sebelum data wajah dikumpulkan dan disimpan, pengguna juga tidak diberi kesempatan untuk memilih keluar (dari teknologi tersebut) atau mengatakan berapa lama data-nya akan disimpan.

MeskipuanFacebook memungkinkan pengguna untuk mengubah pengaturan privasi mereka sehingga mereka tidak dapat ditandai dalam foto, pengacara Licata, Jay Edelson mengatakan sudah terlambat karena kliennya telah menggunakan Facebook  sejak tahun 2009.

Menurutnya, jika Licata mengubah pengaturan privasi sekarang tidak akan akan mengubah apa-apa karena Facebook telah mengambil datanya dan mereka berpegang pada data tersebut.

Kasus Licata bukanlah yang pertama terkait program pengenalan wajah Facebook. Pada tahun 2012, Facebook berjanji kepada regulator Eropa akan berhenti menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah sampai mematuhi aturan privasi Eropa.

Licata berharap gugatannya akan memaksa Facebook untuk mematuhi hukum Illinois dan menghentikan koleksi diam-diam wajah pengguna.

Sumber: Newsweek