Geng Kejahatan Cyber Terorganisir Targetkan ATM Bank

rsz_anonymous-229717_1280

Sudah bukan sesuatu yang aneh bila ATM bank merupakan sasaran empuk para pelaku kejahatan cyber terorganisir. Baru-baru ini polisi Rumania menangkap sedikitnya 25 orang anggota geng kejahatan terorganisir tersebut karena diduga terlibat penarikan uang palsu sebanyak 15 juta dollar.

The Romanian Directorate for Investigating Organized Crime and Terrorism (DIICOT) menyisir sebanyak 42 rumah di seluruh Rumanii pada hari Minggu yang lalu sehubungan dengan adanya lebih dari 34.000 penipuan dengan cara penarikan tunai di 24 negara.

Kegiatan kejahatan tersebut menargetkan bank yang berbasis di Puerto Rico dan Muscat, ibukota Oman. Hal ini cukup dimengerti karena dari rincian kartu perusahaan besar yang dicuri berasal dari bank di lokasi tersebut dan batas penarikan tunainya telah dihapus.

Kartu hasil penggandaan kemudian dicetak dan didistribusikan kepada anggota lain dari geng diperkirakan memiliki 52 anggota. Kartu ini kemudian digunakan untuk menarik uang tunai dari ATM dengan cara yang terorganisasi dan hati-hati, yaitu membatasi transaksi di luar hari kerja atau pada hari libur. Anggota kelompok kejahatan juga melakukan penarikan penipuan mereka secara bersamaan dari ATM lembaga keuangan di Jepang, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Belgia dan Rumania.

Oleh karena adanya batasan waktu, para penjahat memaksimalkan penarikan mereka dalam jangka waktu tertentu. Mereka melakukan penarikan senilai  5 juta dollar dalam 4.200 kali penarikan pada tanggal 2 Desember 2013 dari ATM bank yang berlokasi di 15 kota.

Selama penyisiran rumah untuk mencari tersangka kepolisian Rumania juga berhasil mengambil 16 laptop high-end dan ponsel yang digunakan dalam kegiatan kriminal, sekitar 150.000 euro uang tunai, beberapa lukisan dan dua kilogram emas batangan. DIICOT menyatakan bahwa pemimpin kelompok kejahatan cyber terorganiasir ini mungkin telah menginvestasikan dana lainnya dari kejahatan mereka di properti bergerak dan tidak bergerak yang kemungkinan akan bisa disita.

Sumber: The Register