Google Update Algoritma Pencarian

15_inside_google_181010

Google meluncurkan update untuk algoritma pencarian yang bisa menghukum situs yang belum dioptimalkan untuk perangkat mobile seperti smartphone atau tablet.

Pertama kali diumumkan pada bulan Februari, Google mengatakan bahwa perubahan algoritma akan memengaruhi pencarian ponsel dalam semua bahasa di seluruh dunia dan akan memiliki dampak yang signifikan pada hasil pencarian.

Menurut Google orang semakin mencari pada perangkat mobile mereka sehingga Google ingin memastikan mereka dapat menemukan konten yang tidak hanya relevan dan tepat waktu, tetapi juga mudah dibaca dan berinteraksi pada layar ponsel yang lebih kecil.

Mulai 21 April kemarin, Google akan menggunakan halaman web yang mobile friendly  sebagai salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang menentukan peringkat hasil pencarian pada perangkat mobile.

Google telah menawarkan sumber daya bagi webmaster untuk menguji situs mobile mereka dan alat-alat untuk membuat halaman mereka lebih mobile friendly sejak bulan Februari yang lalu. Perusahaan dan individu dapat memeriksa apakah situs web mereka digolongkan sebagai mobile friendly atau tidak dengan memasukkan alamat web di sini.

Namun, beberapa webmaster masih belum mengoptimasi web mereka agar ramah perangkat mobile. Menurut penelitian yang disusun oleh perusahaan pemasaran mobile Somo, situd yang akan dihukum oleh Google dengan update algoritma baru ini termasuk situs resmi British Monarchy, situs resmi David Beckham, Nintendo, Versace, Next, Channel 4 dan Daily Mail. Meskipun beberapa dari merek ini memiliki aplikasi atau situs mobile, mereka masih berisiko mengalami penurunan peringkat sebab Google tidak mengetahui mereka telah ramah perangkat mobile.

Penelitian terpisah oleh The Search Agency UK mengungkapkan bahwa hanya 32 situs dari perusahaan yang termasuk ke dalam FTSE 100 yang menggunakan desain web responsif dimana situs secara otomatis menyesuaikan skalanya berdasarkan ukuran jendela browser atau layar perangkat. Sebanyak 29 situs dari perusahaan yang termasuk FTSE 100 memiliki mobile-dedicated sites, tetapi 39 perusahaan sama sekali tidak memiliki situs yang mobile friendly sehingga mempertaruhkan dampak signifikan pada peringkat pencarian mereka.

Google dan The Telegraph