Ingin Bercerai? Kirim Dokumen Perceraian di Facebook

rsz_9314f528-0305-4d39-a2ea-690f8f5d6bbc-2060x1236

Kekuatan media sosial kini tidak diragukan lagi. Dulu, media sosial seperti di Facebook dituduh mengakibatkan banyak perceraian. Sekarang kalau mau bercerai dapat mengirimkan dokumen perceraian melalui pesan di Facebook.

Setidaknya hal ini berlaku di New York. Hakim Matthew Cooper di Manhattan Supreme Court Justice memberikan keputusan yang memungkinkan pengacara untuk perawat berusia 26 tahun Ellanora Baidoo untuk menyampaikan panggilan perceraian ke Victor Sena Blood-Dzraku melalui pesan pribadi dari akun Facebook-nya.

Victor Sena Blood-Dzraku tampaknya sulit untuk ditemukan dan diajak untuk melakukan proses perceraian. Hanya bisa ditemukan melalui panggilan telepon atau di Facebook. Seorang detektif swasta yang disewa untuk menyampaikan dokumen perceraian juga tidak bisa menemukannya. Berbagai usaha telah dilakukan, namun Victor Sena Blood-Dzraku belum juga merespon.

Dengan adanya kesulitan tersebut, proses perceraian menjadi berlarut-larut sehingga hakim memutuskan bahwa dokumen perceraian dapat dikirimkan melalui pesan pribadi di Facebook.

Victor Sena Blood-Dzraku tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki alamat sejak tahun 2011. Selain itu, kantor pos tidak memiliki alamat forwarding untuknya, tidak ada alamat penagihan terkait dengan ponsel prabayar dan Department of Motor Vehicles tidak memiliki catatan tentangnya.  Pria tersebut seolah menjadi hantu, sedangkan istrinya ingin bercerai.

Victor Sena Blood-Dzraku ternyata hanya berkomunikasi melalui telepon dan media sosial. Oleh karena dengan telepon sejauh ini tidak bekerja, Ellanora Baidoo akan melayani panggilan perceraian melalui pesan Facebook. Panggilan tersebut sekali dalam seminggu selama tiga minggu berturut-turut atau sampai perceraiannya dianggap sah.

Hal ini bukan pertama kalinya seseorang diizinkan untuk melayani dokumen hukum di Facebook. Namun, kasus ini tampaknya menjadi yang pertama di mana pesan Facebook secara resmi menandai akhir dari pernikahan.

Sumber: Gizmodo dan Blog WSJ