Mengapa Tukang Komentar di Internet Kebanyakan Laki-laki?

rsz_700

Menurut penelitian terbaru, pria mendominasi percakapan di bagian komentar di internet, terutama karena mereka dapat memposting dengan nama samaran atau anonim. Sebagian besar yang meninggalkan komentar pada layanan berita online adalah laki-laki, menurut sebuah studi baru. Dr Fiona Martin dari Sydney University mengambil sampel komentar dari 15 situs utama dan menganalisis jenis kelamin komentator. Dia membagi komentator dengan jenis kelamin pria, wanita dan ambigu (tidak dapat ditentukan).

Pada situs web, laki-laki menyumbang sebanyak 79% dari komentator, sedangkan proporsi tertinggi wanita untuk posting di situs yang sama hanya 20 persen. Perempuan juga lebih sedikit untuk  mengomentari situs berita lokal, mencapai 35 persen pada satu publikasi, sedangkan laki-laki masih tampak mendominasi percakapan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perempuan menyukai untuk berkomentar atas namanya sendiri dibandingkan dengan laki-laki. Situs yang memiliki proporsi tertinggi representasi perempuan adalahTexas Tribune (35 persen), Orange Country Register (21 persen), dan Huffington Post (20 persen). Situs-situs tersebut mendorong pengguna untuk mengirim komentar di bawah nama mereka sendiri meskipun dengan cara login di Facebook. Sebaliknya, di situs di mana anonim populer, proporsi pengguna yang diidentifikasi sebagai perempuan turun. Hanya 3 persen di Guardian, 5 persen di  BBC, dan 6 persen di Washington Post perempuan yang berkomentar.

Temuan ini menggemakan kembali pekerjaan yang telah dilakukan oleh Emma Pierson untuk situs analisis statistik online 23andMe.com. Pierson melihat hampir satu juta komentar yang ditinggalkan di New York Post pada tahun 2014 dan menyimpulkan bahwa laki-laki meninggalkan 75 persen komentar, meskipun komentar yang dihitung hanya  56 persen dari seluruh pembaca. Dr Martin berspekulasi kurangnya keterlibatan perempuan bisa dijelaskan bahwa mereka tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan mengomentari situs-situs berita.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: The Onion