NSA Minta Karyawannya Menonton Konten Porno

130606191546-nsa-logo-story-top

US National Security Agency (NSA) terkenal karena melakukan Mass Surveillance untuk mengintip diam-diam komunikasi online pengguna, seperti panggilan telepon, pesan instan pribadi, dan email pribadi. Namun ada yang lebih menggemparkan selain hal tersebut, yaitu meminta karyawannya untuk menonton konten porno yang jumlahnya sangat banyak.

Para analis dan ahli terorisme yang dipekerjakan oleh NSA termasuk yang di Central Intelligence Agency bertugas untuk menonton video grafis sepanjang hari. Menurut laporan terbaru, konten video grafis tersebut mengandung pemenggalan tahanan ISIS, serangan terhadap pasukan militer AS, dan kadang penyalahgunaan seksual terhadap anak yang dikumpulkan dari komputer dan smartphone teroris yang ditangkap atau dibunuh serta dari situs yang sering dikunjungi oleh jihadis.

Pertanyaannya adalah mengapa kawayawan NSA menonton konten porno?
Jawabannya adalah karena teroris ISIS dan Al-Qaeda sering menggunakan Reddit, eBay dan pornografi untuk mengirim pesan dikodekan untuk pengikut mereka. Menurut Badan Intelijen Israel teroris menggunakan teknik steganografi untuk menyembunyikan pesan rahasia atau konten dalam gambar atau file video untuk menjaga rencana mereka tetap tersembunyi dari penegak hukum dan lembaga intelijen.

Para ahli keamanan cyber dan tim forensik data di NSA dan CIA memeriksa gambar-gambar grafis dan video porno tersebut dalam upaya untuk mendapatkan petunjuk yang bisa membantu mereka melacak pelaku, penyelamatan sandera, atau menghentikan serangan teroris di berbagai negara.

Menurut Wall Street Journal, tiga puluh juta orang Amerika secara teratur menonton video porno online dan karyawan NSA merupakan salah satu dari mereka. NSA memiliki ruang yang sangat luas yang didedikasikan hanya untuk menonton video porno.

Memeriksa setiap gambar dan menonton setiap detik dari video grafis selama satu hari menjadi hal yang sulit bagi beberapa analis karena pekerjaan tersebut dapat memengaruhi  keadaan emosional pikiran mereka secara langsung. Untuk mengatasi masalah ini, NSA telah mempekerjakan spesialis psikolog dan terapis.

Sumber: The Hacker News