1 dari 10 Pekerja Menikmati Konten Porno

FacebookArticle1

Satu dari 10 pekerja di Inggris mengakui menonton pornografi di tempat mereka bekerja. Hal ini menempatkan perusahaan atau majikan pemberi kerja berada pada risiko serangan cyber serius. Fakta ini diungkapkan oleh   penelitian baru yang dilakukan oleh Vanson Bourne.

Inggris berada di peringkat lebih tinggi dari rata-rata global dengan sembilan persen pekerja mengaku melihat konten dewasa di tempat kerja meskipun sepenuhnya menyadari adanya risiko terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Peringkat Inggris lebih tinggi dibandingkan dengan Perancis dan Jerman masing-masing dengan lima dan dua persen pekerja yang melihat konten porno atau dewasa di saat bekerja.

Sementara itu, satu dari tiga responden Inggris mengatakan mereka menggunakan aplikasi baru tanpa izin IT mereka, satu dari lima membuka lampiran email dari pengirim yang tidak diverifikasi dan dua dari lima penggunaan situs media sosial untuk alasan pribadi dilakukan di tempat kerja.

Perusahaan keamanan Blue Coat Systems yang dimenangani hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa penelitian menunjukkan pekerja Inggris masih mengambil risiko keamanan cyber meskipun mereka menyadari adanya konsekuensi serangan cyber.

Hal ini dapat menyebabkan terbukanya data sensitif milik perusahaan dan milik pribadi  untuk dicuri dan digunakan sesegera mungkin, disimpan untuk digunakan di masa depan, atau dijual ke pasar gelap di mana identitas perusahaan dan pribadi dikompromikan dan diperdagangkan secara global.

Tampaknya pekerja harus menyadari bahwa konten porno merupakan salah satu pintu masuk bagi serangan cyber. Mereka harus menghentikan kegiatan menikmati konten porno di kantor agar perusahaan tidak berada di risiko serangan cyber. Perusahaan juga harus semakin ketat mengawasi aktivitas pekerja agar tidak menyalahgunakan koneksi kantor untuk menikmati konten porno.

Sumber: The Telegraph