6 Jenis Kedok Hacker yang Perlu Diketahui (Bagian 2)

Hackers0_2568369b

Beberapa kedok hacker lainnya adalah sebagai berikut.

4. White Hat

Pelaku white hat biasanya anak muda dan laki-laki paruh baya. Mereka umumnya berada di Amerika Utara dan Eropa Barat. Targetnya adalah jaringan sosial, situs populer, dan perusahaan besar. Motivasi mereka umumnya untuk meningkatkan keamanan internet dan ingin membual.

Seorang peneliti keamanan atau hacker White Hat mungkin ingin menemukan kerentanan dalam sistem yang Anda pakai, sebagian lainnya menunjukkan kepada Anda betapa merela jauh lebih cerdas daripada Anda. Apa yang terjadi selanjutnya bisa bervariasi, tetapi hari ini kebanyakan peneliti akan mengikuti aturan pengungkapan yang bertanggung jawab, yang berarti mereka akan memberitahu Anda dan memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki masalah sebelum mereka memberitahu orang lain.

Metode yang dipakai white hat adalah menemukan kerentanan yang berpostensi dan mengungkapkan  kerentanan tersebut. Contoh nyata white hat adalah Dan Kaminsky, Andrew Auernheimer alias Weev, dan Alex Holden.

5. Glory Hunter

Glory Hunter atau pemburu kesenangan biasanya laki-laki muda yang berlokasi di Amerika Utara dan Eropa Barat. Target mereka umumnya adalah perusahaan Gaming, situs web yang tidak aman, dan apa pun yang bisa memperoleh perhatian. Motivasi mereka pada umumnya adalah membual tentang kemampuan mereka.

Glory Hunter ingin menjadi seorang peneliti keamanan atau white hat, tetapi mereka tidak cukup pintar sehingga mereka berkonsentrasi pada serangan DDoS dan mengeksploitasi kerentanan yang sederhana. Untungnya mereka tidak cukup cerdas untuk mengamankan operasi yang mereka lakukan sehingga lebih sering berakhir di penjara.

Metode yang dipakai pada umumnya adalah serangan DDoS, SQL Injection, website defacing, penerbitan data yang dicuri, dan pembajakan DNS. Contoh nyata Glory Hunter adalah Lizard Squad, Sean McDonough, dan zone-h.org.

6. Cyber ​​Thief

Pencuri cyber atau Cyber Thief biasanya laki-laki muda yang berlokasi di  Rusia, Nigeria, China, dan di mana-mana. Target operasi mereka biasanya bisnis ritel, perusahaan besar dan kecil, individu, dan bank.

Motivasi pencuri cyber murni uang dan hanya mencoba untuk mencari nafkah dengan mencuri sumber daya atau uang. Ada beberapa cara untuk melakukan ini, mulai dari membombardir dunia dengan spam menjual viagra palsu hingga mencuri data kartu kredit. Pada banyak kesempatan tindakan pertama mereka biasanya mengirimkan email phishing.

Metode yang digunakan adalah phishing, malware, ransomware, pemerasan, con trick, rekayasa sosial, pencurian identitas, pemalsuan, pencurian kartu kredit, dan spam. Sektor cybercrime paling cepat berkembang saat ini adalah ransomware, di mana korban tertipu oleh email spam atau situs web berbahaya yang menginstal malware dan mengenkripsi semua file data pada komputer mereka dan meminta uang tebusan, biasanya dalam bentuk Bitcoin.

Contoh pencuri cyber adalah  Albert Gonzalez, Igor Gusev, dan Evgeniy Bogachev.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: The Telegraph