6 Tahap Sexual Grooming terhadap Anak (Bagian 1)

rsz_paedo

Pelecehan seksual terhadap anak-anak kini makin banyak terjadi di internet. Oleh karena anak telah akrab dengan gadget, hal ini membuka peluang bagi pelaku pelecehan seksual anak untuk melakukan eksploitasi. Terlebih ada kecenderungan orang tua tidak melakukan pengawasan terhadap bagaimana anak menggunakan gadget mereka.

Sebelum lebih jauh melakukan pelecehan seksual, pelaku pelecehan seksual anak biasanya terlebih dahulu melakukan grooming. Untuk itu perlu kiranya orang tua mengetahui tahapan grooming ini.

1. Tahap 1: Menargetkan Korban

Pelaku pelecehan seksual anak biasanya menargetkan korban dengan mengukur kerentanan anak, misalnya kerentanan emosional, anak yang terisolasi dan anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Biasanya anak-anak yang kurang pengawasan orang tua adalah target yang lebih diinginkan dan sangat mudah untuk ditaklukkan.

Tahap 2: Mendapatkan Kepercayaan Korban

Pelaku pelecehan seksual anak memperoleh kepercayaan dengan cara menonton dan mengumpulkan informasi tentang anak, mengenal kebutuhan dan anak dan mencara cara bagaimana mengisinya. Misalnya anak dijanjikan hadiah tertentu, dijanjikan diajak jalan-jalan atau lainnya. Biasanya anak-anak sangat mudah memberikan kepercayaan kepada mereka yang peduli, yang bisa diajak berbicara dan mengaku profesi tertentu yang dekat dengan anak, misalnya dokter.

Dalam tahap ini penting bagi orang tua untuk mengawasi dan menanyakan kepada anak dengan siapa saja ia berkomunikasi, entah itu offline maupun online. Lebih cepat diketahui akan lebih baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tahap 3: Mengisi Kebutuhan Korban

Sekali pelaku pelecehan seksual anak bisa mengisi kebutuhan anak, anak akan merasa bahwa pelaku ini lebih penting dalam kehidupannya dan anak dapat menjadi idealis. Idealis berarti bahwa pelaku pelecehan anak inilah yang lebih mereka percayai dan orang tua yang tidak hadir membuat mereka makin percaya hal itu benar.

Hadiah, perhatian ekstra, dan kasih sayang pelaku pelecehan seksual anak dapat membedakan antara satu orang dewasa dengan orang dewasa lainnya di mata anak. Di sinilah pentingnya orang tua melihat perubahan-perubahan kecil dalam perilaku anak, terutama terkait dengan cara ia menggunakan perangkat. Tanyalah anak Anda dari siapa ia menerima permintaan video chatting dan siapa yang pernah menjanjikan kepadanya hadiah tertentu.

Bersambung….

Sumber: Diadaptasi dari oprah.com