Data Pembayar Pajak Dicuri Hacker

Identity-Theft-Victims-Should-Know-How-To-Prove-Themselves-640x425

IRS mengatakan bahwa hacker telah memperoleh akses ke 100.000 lebih akun wajib pajak melalui layanan online Get Transcript. Data yang dicuri termasuk informasi jaminan sosial, tanggal lahir dan alamat pembayar pajak.

Pada konferensi pers, Komisaris IRS John Koskinen mengatakan penjahat membuat sekitar 200.000 upaya untuk mengakses informasi pajak, sebanyak 100.000 dari percobaan tersebut yang terjadi  pada bulan Februari hingga pertengahan Mei 2015 dan sukses.

IRS menyadari terjadinya serangan ketika pegawai mereka melihat jumlah orang yang mengakses data melalui layanan online lebih besar daripada biasanya. Para pencuri menggunakan data yang dicuri untuk mengajukan pengembalian pajak palsu. Koskinen mengatakan sekitar 50 juta dollar telah berhasil diklaim dari IRS oleh para penjahat.

IRS meyakini bahwa para penjahat tersebut bukan penjahat amatir. Mereka merupakan sindikat kejahatan yang tidak hanya dihadapi oleh IRS,  tetapi semua orang di industri keuangan.

Dalam sebuah pernyataan IRS mengatakan bahwa penjahat  sebelumnya telah memperoleh informasi yang cukup dari sumber luar sebelum mencoba untuk mengakses situs IRS yang memungkinkan mereka untuk bisa melalui proses otentikasi multi langkah, termasuk beberapa pertanyaan verifikasi pribadi yang biasanya hanya diketahui oleh pembayar pajak.

Sumber: NPR