Database di-Hack, Data Pelanggan Muncul di Dark Web

keyboard_computer_1927001b

Database perusahaan spyware ponsel mSpy muncul di dark web menyusul adanya aksi hacking terhadap sistem mereka. Email, pesan teks, rincian pembayaran, Apple ID, password, foto dan data lokasi pengguna mSpy semuanya telah dibeberkan di dark web, tetapi pelanggaran ini belum dikonfirmasi oleh mSpy.

Perlu diketahui, mSpy menjual teknologi yang bisa menjadi  sarana bagi orang tua dan pengusaha untuk secara diam-diam mengintip karyawan atau anggota keluarga. Dalam promo mereka, mSpy mengatakan bahwa mSpy adalah aplikasi yang paling populer dan user friendly untuk mengawasi anak-anak, mencegah pencurian, dan mengawasi kinerja karyawan.

Mobile monitoring software mSpy berjalan tanpa terlihat pada perangkat target untuk melacak semua aktivitas, termasuk riwayat panggilan, lokasi GPS, update kalender, pesan teks, email, web history dan banyak lagi. mSpy dengan bangga mengatakan bahwa mereka memiliki dua juta pengguna dan mengembangkan teknologi untuk Android, iOS, Windows dan Mac.

Hacker tak dikenal dibalik aksi hacking ini membeberkan tumpukan data yang berisi informasi lebih dari 400.000 pengguna mSpy ke situs berbasis Tor. Digunakannya dark web sebagai tempat membuka data pengguna mSpy kemungkinan untuk membuat frustasi (atau setidaknya menunda) setiap upaya penghapusan data tersebut.

Sumber: The Register