Facebook dan Twitter Ancaman Signifikan bagi Perkawinan

rsz_21d91c2e00000578-0-image-a-14_1430345836769

Saat ini sangat banyak pasangan yang memanfaatkan media sosial. Sebagian dari mereka sedemikian candunya terhadap media sosial seperti Facebook dan Twitter sehingga membahayakan hubungan perkawinan mereka. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian baru yang menemukan satu dari tujuh orang yang sudah menikah mengakui bercerai karena postingan pasangan mereka di media sosial seperti Facebook. Hampir satu dari lima orang mengatakan mereka berselisih paham dengan pasangan setiap hari karena media sosial.

Satu dari tujuh orang juga mengakui bahwa mereka melakukan pencarian online untuk menemukan bukti perselingkuhan pasangan mereka, sedangkan hampir satu dari lima orang mengatakan mereka berselisih setiap hari karena cara suami atau istri menggunakan media sosial.

Penelitian yang dilakukan  oleh firma hukum Slater dan Gordon ini adalah untuk menanggapi peningkatan jumlah klien mereka yang mengatakan bahwa Facebook, Skype, Snapchat, Twitter, What’sApp atau situs media sosial lainnya telah memainkan peranan dalam perceraian mereka.

Menurut Andrew Newbury dari Slater dan Gordon media sosial adalah ladang ranjau baru pernikahan. Media sosial, khususnya foto dan postingan di Facebook kini rutin dijadikan alasan perceraian.

Survei oleh Censuswide di Inggris terhadap 2.011 suami dan istri menemukan alasan paling umum untuk memeriksa akun media sosial pasangan adalah untuk menemukan siapa yang mereka ajak bicara, siapa yang mereka temui dan di mana mereka bertemu.

Sebanyak 25% dari mereka yang sudah menikah berselisih paham setidaknya sekali seminggu (dengan pasangan mereka) dan sebanyak 17 persen mengatakan berselisih paham tersebut merupakan kejadian sehari-hari. Selisih paham tersebut diprovokasi oleh hubungan (kembali)  dengan mantan, pengiriman pesan rahasia, dan posting foto yang tidak pantas.

Sebanyak 14 persen dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka memeriksa akun media sosial pasangan mereka dengan tujuan spesifik, yaitu mencari bukti perselingkuhan. Seperlima mengatakan mereka merasa khawatir dengan hubungan mereka setelah menemukan sesuatu di akun Facebook pasangan mereka dan sepertiga mengatakan mereka terus merahasiakan rincian login akun media sosial mereka dari pasangan.

Jika dilihat dari survei di atas, media sosial seperti Facebook memang memainkan peran yang signifikan dalam bubarnya hubungan perkawinan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya Anda tidak selalu menggunakannya. Nikmatilah waktu luang bersama pasangan dan anak-anak Anda. Jangan terus-menerus menatap layar Facebook.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: Daily Mail