Foto di Instagram Bisa Dijual Orang Lain Sesukanya

instagram-sign

Salah satu masalah yang cukup pelik di internet adalah penyalahgunaan hak cipta. Kita menyaksikan sangat banyak karya diplagiasi atau foto orang lain yang diakui sebagai karya sendiri. Selain itu, foto siapa saja di internet bisa disalin ulang, di-copy dan disajikan dalam bentuk lain. Misalnya foto profil Anda di Facebook yang mungkin menurut Anda privat dapat diklik dan disimpan lalu ditampilkan di tempat lain, misalnya situs dewasa.

Baru-baru ini foto di Instagram menjadi obyek bagi orang lain untuk memperoleh pendapatan. Foto tersebut dipamerkan dalam sebuah pameran yang cukup berkelas di New York dan terjual dengan harga 90.000 dollar AS per foto. Masalahnya adalah foto yang dipamerkan tersebut bukan karya orang yang melakukan pameran, tetapi milik orang lain yang tidak dimintakan izin untuk memajang apalagi menjualnya.

Adalah pelukis dan fotografer Richard Prince yang mengingatkan kita bahwa apapun yang Anda posting di Instagram bersifat publik dan memberikan fleksibilitas hukum hak cipta, dapat dibagi dan dijual kepada siapa saja. Richard Prince menampilkan screenshot raksasa dari foto orang lain yang diambilnya dari Instagram tanpa  izin untuk dipamerkan dalam Frieze Art Fair di New York.

Koleksi screenshot dari Instagram tersebut diberi judul New Portraits, sebagian besar terdiri dari foto perempuan dalam banyak pose seksual. Foto-foto tersebut bukanlah lukisan, tetapi screenshot dari foto yang telah diperbesar untuk printer inkjet dengan ukuran cetakan setinggi 6 kaki. Hampir setiap screenshot yang dipajang terjual dengan harga 90.000 dollar AS per foto.

Pertanyaannya adalah apakah tindakan ini sesuatu yang baik?

Tentu saja tidak. Richard Prince  telah melakukan kegiatan pemotretan kembali foto sejak tahun 1970-an. Ia mengambil foto dari majalah, iklan, atau buku kemudian mengubah foto tersebut sedikit. Seringkali, foto yang ia hasilkan terlihat hampir identik dengan aslinya sehingga bisa menyebabkan masalah hukum.

Ia pernah digugat ke pengadilan yang meskipun pada tahap pertama kalah, namun di tingkat banding pengadilan memenangkannya dengan alasan tidak melakukan pelanggaran hak cipta karena karya-karyanya yang transformatif. Dengan kata lain, ia bisa membuat sedikit penyesuaian untuk foto-foto dan kemudian mengakui bahwa foto tersebut karyanya sendiri.

Hal ini juga yang ia lakukan dengan foto-foto Instagram. Meskipun ia tidak mengubah nama pengguna atau foto tersebut, ia menghapus keterangan yang ada di foto tersebut. Ia kemudian menambahkan komentar aneh pada  masing-masing foto.

Ini artinya foto Anda di Instagram berisiko dikerjai oleh Richard Prince dan Anda akan kewalahan untuk menuntut dikarenakan pengadilan bisa saja memenangkannya. Jadi, Anda hanya bisa pasrah. Kalau bisa tentu jangan bagi foto-foto Anda di Instagram.

Sumber: The Washington Post