Foto Facebook Dicuri, Dijadikan Pemikat di Tinder

Identity-Theft-Victims-Should-Know-How-To-Prove-Themselves-640x425

Ketika Lana Price menerima teks dari seorang temannya di London yang mengatakan bahwa ia pernah melihat foto Lana di Tinder, Lana menganggap hal itu sebuah lelucon. Namun ketika temannya mengirimkan screen shot dari seorang gadis bernama Lilly di aplikasi kencan Tinder, Lana mulai khawatir.

Lana tidak pernah membuka akun Tinder dan belum pernah ke London selama berbulan-bulan sehingga ia percaya bahwa hal tersebut adalah penipuan, fotonya telah dicuri dan dijadikan pemikat kencan online di aplikasi Tinder. Lana merasa ngeri, setiap detik berlalu, ia menjadi lebih khawatir tentang kerusakan apa yang ditimbulkan oleh penipu tersebut dengan mencuri fotonya.

Perlu diketahui Tinder adalah aplikasi kencan online yang berfungsi untuk mencari pasangan di sekitar lokasi. Pada umumnya Tinder memungkinkan penggunanya untuk mencari pasangan seks. Laporan terakhir menunjukkan bahwa ada 50 juta pengguna aktif pada aplikasi Tinder yang memeriksa akun mereka 11 kali per hari.

Konsep Tinder sederhana. Aplikasi ini menandai titik lokasi Anda melalui GPS, dan menggunakan informasi Facebook Anda untuk membuat profil Anda. Kemudian Tinder menemukan pengguna potensial lain yang bisa jadi pasangan di sekitar lokasi Anda. Jika mereka membuat Anda senang, Anda dapat menggeser ke kanan untuk memberikan LIKE. Jika tidak, geser ke kiri.

Masalahnya adalah beberapa profil di Tinder tidak persis seperti apa mereka tampaknya. Profil di Tinder ini bisa saja profil hasil pencurian indentitas, terutama di Facebook seperti yang dialami oleh Lana Price.

Pencurian identitas bukanlah sesuatu yang baru dan cenderung terus meningkat. Menurut National Fraud Intelligence Bureau (NFIB) Inggris terdapat 33 persen peningkatan kasus yang dilaporkan pada tahun 2014.

Ledakan media sosial membuat para penipu lebih mudah melakukan pencurian identitas dibandingkan sebelumnya. Hal ini adalah kenyataan menakutkan karenafoto-foto pribadi Anda dan informasi lainnya digunakan dan didistribusikan tanpa sepengetahuan atau izin.

Profil palsu di Tinder mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, scammers sering menggunakan bot untuk mencuri informasi Anda, mengarahkan Anda ke situs eksternal untuk mendaftar di layanan mereka atau memulai kontak dengan orang-orang yang mencari kencan.

Perlu juga diketahui bahwa perlindungan terhadap pencurian identitas tidak sebaik perlindungan terhadap pencurian kartu kredit. Ini artinya korban hampir-hampir tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itulah agar Anda lebih berhati-hati membagi foto-foto Anda di media sosial karena penipu selalu memanfaatkan apapun yang bisa mereka dapatkan untuk mengambil keuntungan.

Saran terbaik adalah kurangilah berbagi foto pribadi yang terlihat intim atau foto pribadi lainnya yang bisa menimbulkan ketertarikan seksual orang lain terhadap Anda sehingga dimanfaatkan penipu untuk membuat identitas palsu dengan menggunakan foto Anda.

Sumber: Diolah dari The Telegraph

Sumber Gambar: thediscoveryblog.com